Tulang
Bawang, Kemenag (Humas) – Kepala
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang Ahmad Jalaluddin, didampingi
Kasubbag TU Marsudi, Kasi Pendidikan Madrasah Eviyana dan Pengawas Madrasah Suresmi, membuka secara resmi
kegiatan Diseminasi Ulang dan Penguatan Soal Higher Order Thinking Skills
(HOTS) pada madrasah tahun 2025 yang berlangsung di Aula MI Tahfidz Darul Quran,
Kamis (15/05/2025).
diseminasi
ini diikuti sebanyak 60 peserta para guru madrasah dari berbagai jenjang (MI,
MTs, dan MA) yang menjadi perwakilan dari seluruh madrasah negeri maupun swasta.
Diseminasi Ulang dan Penguatan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) dilaksanakan Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah, khususnya dalam penyusunan dan pemanfaatan soal-soal berstandar tinggi.
Dalam sambutanya Jalaluddin mengungkapkan Kita berada dalam satu fase pendidikan yang menuntut transformasi mendasar, tidak hanya dalam metode pembelajaran, tetapi juga dalam sistem asesmen atau penilaian yang kita gunakan. Salah satu indikator kemajuan pendidikan adalah ketika proses evaluasi mampu mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi atau yang kita kenal dengan istilah Higher Order Thinking Skills (HOTS).
"Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi sangat
strategis. Ini bukan sekadar pengulangan (reorientasi), tapi juga penguatan
secara sistemik. Harapannya, setelah kegiatan ini, seluruh guru dan tenaga
pendidik madrasah mampu Memahami konsep HOTS secara benar dan aplikatif, Menyusun
soal yang sesuai dengan indikator kompetensi dasar dan level kognitif yang
diinginkan, dan Membangun budaya berpikir kritis dan kreatif di lingkungan
madrasah,” ucapnya.
Jalaluddin menjelaskan penguatan asesmen berbasis HOTS ini juga selaras dengan arah kebijakan nasional, baik Kemendikbudristek maupun Kementerian Agama. Kemenag melalui Direktorat KSKK Madrasah terus mendorong madrasah menjadi garda terdepan pendidikan berkualitas, inklusif, dan berdaya saing global. "Ini bagian dari program prioritas kita, mendukung transformasi digital pendidikan, penguatan moderasi beragama, dan penguatan mutu guru dan asesmen pendidikan madrasah,” paparnya.
“Melalui kegiatan diseminasi ini, kami berharap guru-guru madrasah semakin memahami konsep dan teknik menyusun soal-soal HOTS yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, jenjang pendidikan, dan kebutuhan siswa,” katanya.
Lebih lanjut Jalaluddin menegaskan bahwa soal yang
berkualitas adalah cermin dari pembelajaran yang berkualitas. Maka, penyusunan
soal bukan sekadar tugas administratif, melainkan bagian dari rekayasa
pendidikan menuju generasi madrasah yang unggul, berpikir kritis, dan berakhlak
mulia.
Ia juga menambahkan bahwa peningkatan kompetensi guru dalam penyusunan soal merupakan bagian dari reformasi pendidikan yang dicanangkan Kementerian Agama RI dalam mendukung program Madrasah,” sambungnya.
"Terakhir kepada para narasumber dan fasilitator, saya ucapkan terima kasih dan apresiasi atas komitmen dalam mendampingi madrasah-madrasah kita. Kepada peserta, saya berpesan: ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, dan pastikan ada perubahan nyata di ruang kelas dan ruang asesmen masing-masing madrasah setelah kegiatan ini selesai,” tutup Kakankemenag.
Editor: Aditya Catur