Tanggamus Kemenag (Humas) -- Kasi
Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Papki) Kantor Kementerian
Agama Kabupaten Tanggamus, H. Muhamad Hasan Basri, S.Ag., M.Pd., melakukan
monitoring penyelenggaraan pendidikan di Pondok Pesantren Darul Fikri pada
Rabu, 5 Februari 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan
pendidikan di pesantren berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam
tahun ajaran 2024/2025.
Dalam kunjungannya, H. Muhamad Hasan Basri disambut langsung oleh pimpinan pondok pesantren. Ia meninjau fasilitas belajar, asrama santri, serta berdialog dengan para pengajar mengenai metode pembelajaran dan tantangan yang dihadapi dalam proses pendidikan. “Monitoring ini adalah bagian dari upaya memastikan bahwa pondok pesantren terus berkembang dan memberikan pendidikan terbaik bagi para santri,” ujarnya.
Selain itu, beliau juga
mengapresiasi komitmen Pondok Pesantren Darul Fikri dalam menyelenggarakan
pendidikan berbasis keislaman yang tetap mengikuti perkembangan zaman.
Menurutnya, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi
yang tidak hanya berakhlak mulia tetapi juga memiliki wawasan luas. Oleh karena
itu, dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama, sangat
diperlukan.
Salah satu fokus dalam monitoring
ini adalah mengevaluasi kurikulum yang diterapkan serta kesiapan tenaga
pengajar dalam menghadapi dinamika pembelajaran di era digital. H. Muhamad
Hasan Basri juga menyoroti pentingnya penerapan teknologi dalam pembelajaran
agar santri bisa mengakses lebih banyak sumber ilmu tanpa meninggalkan
nilai-nilai keislaman.
Pimpinan Pondok Pesantren Darul
Fikri menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh
Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus. Ia berharap monitoring ini dapat menjadi
jembatan komunikasi antara pesantren dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas
pendidikan di lingkungan pesantren.
Dengan adanya kegiatan monitoring ini, diharapkan pondok pesantren di Kabupaten Tanggamus semakin maju dalam sistem pendidikan dan mampu mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan zaman, sekaligus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman. (Frans/Mela Basyar)