Lampung Selatan, Kemenag Lamsel (Humas) - Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan menghadiri kegiatan penyaluran program pemberdayaan ekonomi yang dilaksanakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lampung Selatan pada Rabu (20/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan diwakili Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Indra Zul Qodri. Kegiatan berlangsung di Kantor Baznas Lampung Selatan dan turut dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, pengurus Baznas, serta para penerima manfaat.
Program yang disalurkan Baznas difokuskan pada bantuan produktif bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) serta dukungan rehabilitasi sarana pendidikan madrasah.
Ketua Bidang Pendistribusian Baznas Lampung Selatan, Zaini, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya pemanfaatan dana zakat agar memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
âDana zakat, infak, dan sedekah diharapkan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat,â ujar Zaini.
Dalam penyaluran tersebut, Baznas memberikan bantuan modal usaha kepada lima pelaku UMKM dengan nilai masing-masing Rp2 juta. Selain itu, bantuan program Z Auto diberikan kepada dua penerima masing-masing Rp3 juta.
Baznas juga menyalurkan bantuan rehabilitasi untuk dua madrasah yang terkena musibah dengan nilai bantuan masing-masing Rp3 juta sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sarana pendidikan keagamaan di Lampung Selatan. Total dana yang disalurkan dalam program tersebut mencapai Rp22 juta.
Mewakili Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan, Indra Zul Qodri mengapresiasi kolaborasi antara Baznas, pemerintah daerah, dan Kementerian Agama dalam menghadirkan program yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, pengelolaan zakat yang tepat sasaran dapat menjadi instrumen penting dalam membantu penguatan ekonomi umat sekaligus mendukung sektor pendidikan keagamaan.
âKami berharap program-program seperti ini terus berkembang sehingga manfaat zakat dapat semakin dirasakan masyarakat, baik dalam bidang ekonomi maupun pendidikan,â ujar Indra.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum penguatan sinergi antarinstansi dalam memastikan pengelolaan dan pendistribusian zakat berjalan secara produktif, transparan, dan berkelanjutan.