Pesawaran – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran kembali melaksanakan Apel Pagi rutin yang digelar setiap hari Senin, bertempat di halaman Kantor Kemenag Pesawaran, Senin, 27 Oktober 2025. Apel kali ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, Farid Wajedi, dan diikuti oleh seluruh pejabat struktural, ASN, Pokjawas, serta penyuluh agama se-Kabupaten Pesawaran.
Dalam amanatnya, Farid Wajedi menyampaikan apresiasi atas meningkatnya tingkat kehadiran ASN dan penyuluh agama dalam pelaksanaan apel pagi. Ia menilai bahwa disiplin dan kebersamaan merupakan kunci utama dalam membangun kinerja yang profesional di lingkungan Kementerian Agama. “Saya sangat mengapresiasi semangat seluruh ASN dan penyuluh yang terus menjaga komitmen hadir dalam apel setiap hari Senin. Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab kita sebagai bagian dari keluarga besar Kementerian Agama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Farid juga menyampaikan beberapa agenda penting yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, di antaranya Upacara Hari Sumpah Pemuda yang akan digelar pada Selasa, 28 Oktober 2025. Kegiatan upacara ini akan dilaksanakan di Kantor Kemenag Pesawaran dan diikuti oleh seluruh ASN Kementerian Agama se-Kabupaten Pesawaran, termasuk dari KUA dan madrasah. “Kegiatan ini bukan hanya seremonial, tapi juga momentum untuk memperkuat semangat persatuan dan nasionalisme di lingkungan Kemenag,” tambahnya.
Selain itu, pada hari yang sama juga dilaksanakan kegiatan pemusnahan 8.000 buku nikah yang sudah tidak terpakai atau tidak sah untuk digunakan. Farid menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk transparansi dan ketertiban administrasi dalam penyelenggaraan pelayanan pencatatan nikah di lingkungan Kemenag Pesawaran.
Melalui apel rutin ini, diharapkan seluruh ASN dan penyuluh agama di Kabupaten Pesawaran dapat terus memperkuat komitmen kedisiplinan, loyalitas, serta meningkatkan kinerja pelayanan publik di bidang keagamaan. “Apel bukan sekadar rutinitas, tetapi juga momentum memperbarui semangat pengabdian,” tutup Farid Wajedi. (Humas)
Editor : Fadilah