Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Kemenag Tanggamus Ikut Semarakkan Lebaran Yatim dan Difabel 2025: Refleksi 10 Muharam yang Sarat Kepedulian

Senin, 07 Juli 2025 Humas Tanggamus
Kemenag Tanggamus Ikut Semarakkan Lebaran Yatim dan Difabel 2025: Refleksi 10 Muharam yang Sarat Kepedulian
Humas Tanggamus
Humas Tanggamus

Tanggamus Kemenag (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, M. Aris Rayusman, M.Pd.I., turut menghadiri pembukaan kegiatan “Lebaran Yatim dan Difabel 2025” yang digelar serentak secara nasional, Jum’at (4/7/2025). Kegiatan ini merupakan refleksi spiritual dan sosial dari semangat 10 Muharam yang dikenal sebagai harinya anak yatim dan momentum berbagi kasih kepada kaum difabel.

Acara pembukaan dilaksanakan secara hybrid dan diikuti oleh seluruh satuan kerja Kementerian Agama se-Indonesia, dengan puncak kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi’i. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pembagian bingkisan secara simbolis kepada anak yatim dan difabel sebanyak 2.000.025 paket, angka yang melambangkan semangat kebersamaan di tahun 2025.

Di Kabupaten Tanggamus, kegiatan ini berlangsung khidmat dan meriah dengan kehadiran Kasubbag TU Mardanus, para Kepala Seksi, Penyelenggara Zawa, Kepala KUA se-Kabupaten, para Kepala Madrasah, serta ASN di lingkungan Kemenag Tanggamus. Seluruh peserta menyatukan semangat kepedulian sebagai bentuk pengabdian kemanusiaan yang sejalan dengan nilai-nilai keagamaan.

Kolaborasi lintas lembaga menjadi kekuatan utama dalam suksesnya acara ini. Kementerian Agama bersinergi dengan BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ), serta Lembaga Kesejahteraan Sosial Penyandang Disabilitas dan Yatim (LKSPWU) dalam menyusun dan menyalurkan bantuan yang tepat sasaran dan bermakna.

Kepala Kemenag Tanggamus, M. Aris Rayusman, menyatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya ritual tahunan, tetapi juga bentuk komitmen nyata untuk menghadirkan keadilan sosial dan empati kepada yang membutuhkan. “10 Muharam adalah momen muhasabah, saatnya kita tidak hanya merenung, tapi juga bergerak membantu mereka yang kerap terlupakan,” ujarnya.

Dengan penuh haru dan semangat, para penerima bantuan menyampaikan rasa syukur atas perhatian dari pemerintah dan masyarakat. Kemenag Tanggamus pun berkomitmen untuk terus melanjutkan tradisi ini sebagai bentuk ibadah sosial yang berkelanjutan. (Frans/Mela Basyar)