Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Kemenag Tanggamus Terima Kunjungan Balai Bahasa Provinsi Lampung: Sinergi Inventarisasi Bahasa Indonesia di Lembaga

Rabu, 30 Juli 2025 Humas Tanggamus
Kemenag Tanggamus Terima Kunjungan Balai Bahasa Provinsi Lampung: Sinergi Inventarisasi Bahasa Indonesia di Lembaga
Humas Tanggamus
Humas Tanggamus

Tanggamus (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, M. Aris Rayusman, menerima audiensi dari Kiki Zakiah beserta tim Balai Bahasa Provinsi Lampung (BBPL) pada Rabu (30/07) di ruang kerjanya. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari program inventarisasi dan verifikasi penggunaan Bahasa Indonesia dalam lanskap dan dokumen lembaga, khususnya di lingkungan Kementerian Agama.

BBPL sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi memiliki mandat strategis dalam pengembangan dan pembinaan Bahasa Indonesia. Dalam pertemuan ini, BBPL menggali data langsung dari dokumen resmi, papan nama, hingga media komunikasi visual yang digunakan Kemenag Tanggamus sebagai bentuk penegakan penggunaan bahasa negara secara tepat dan konsisten.

M. Aris Rayusman menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk sinergi antarinstansi dalam menjaga marwah Bahasa Indonesia sebagai identitas nasional. Ia juga menekankan pentingnya penyesuaian bahasa di ruang publik agar mencerminkan tata kelola lembaga yang berwibawa dan sesuai regulasi.

“Bahasa Indonesia adalah simbol kedaulatan budaya. Kami siap berkolaborasi dengan BBPL dalam penyempurnaan penggunaan bahasa di lingkungan Kemenag,” ujar Aris.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasubbag TU Mardanus, para Kepala Seksi, serta Penyelenggara dari Kemenag Tanggamus. Kehadiran unsur pimpinan ini memperkuat komitmen kelembagaan terhadap pembinaan bahasa dan literasi yang lebih berkualitas.

Kegiatan inventarisasi ini juga menjadi dasar bagi BBPL dalam menyusun rekomendasi pembinaan dan pelatihan bagi lembaga yang ingin memperbaiki penggunaan Bahasa Indonesia, baik dalam dokumen resmi maupun media informasi publik lainnya.(Frans/Mela Basyar)