Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Kementerian Agama Lampung Selatan Resmikan Masjid Baitul Jannah Dan Penyaluran Hewan Kurban Di Natar

Senin, 25 Mei 2026 Humas Lampung Selatan Editor: Antonius Jemi
Kementerian Agama Lampung Selatan Resmikan Masjid Baitul Jannah Dan Penyaluran Hewan Kurban Di Natar
Humas Lampung Selatan
Humas Lampung Selatan
Foto: Izul Fikr

Lampung Selatan, Kemenag Lamsel (Humas)-Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan meresmikan Masjid Baitul Jannah yang berada di Desa Sukadamai, Kecamatan Natar pada Senin (25/5/2026). Kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Lampung Selatan. Peresmian ini dirangkaikan dengan penyerahan hewan kurban sapi dan aksi penanaman pohon sebagai bagian dari implementasi program ekoteologi.

Peresmian dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan, Ahmad Rifai. Dalam sambutannya, Ahmad Rifai menyampaikan bahwa masjid memiliki fungsi yang luas, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, dakwah, dan pembinaan umat.

“Masjid bukan hanya tempat salat, tetapi juga tempat menuntut ilmu, membangun kebersamaan, dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat,” ujar Rifai.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar, termasuk dalam membangun kepedulian sosial dan pendidikan umat.

Selain peresmian masjid, kegiatan juga diisi dengan penyerahan hewan kurban sapi kepada masyarakat sebagai bagian dari penguatan kepedulian sosial dan pelayanan keagamaan.

Pada kesempatan tersebut, peserta kegiatan turut melaksanakan penanaman pohon sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan. Menurut Rifai, program ekoteologi menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam mengajak masyarakat menjaga kelestarian alam melalui pendekatan nilai-nilai agama.

“Menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Nilai-nilai keagamaan harus tercermin dalam kepedulian terhadap alam dan lingkungan sekitar,” katanya.

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan dengan melibatkan berbagai unsur organisasi keagamaan, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. (Puji)