Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Kepala Kemenag Lampung Tengah Buka Gebyar RA, Tegaskan Pendidikan Anak Adalah Investasi Peradaban

Sabtu, 23 Mei 2026 Humas Lampung Tengah Editor: Aziz
Kepala Kemenag Lampung Tengah Buka Gebyar RA, Tegaskan Pendidikan Anak Adalah Investasi Peradaban
Humas Lampung Tengah
Humas Lampung Tengah
Foto: Roberto

Lampung Tengah, Kemenag (Humas)- Semangat penguatan pendidikan anak usia dini berbasis nilai keagamaan dan kreativitas kembali digaungkan melalui kegiatan Gebyar RA KKRA Wilayah Tengah 2 yang resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, H. Maryan Hasan, S.Ag., M.Pd.I., pada Sabtu (23/5/2026), di Pondok Pesantren Hidayatul Ulum, Kecamatan Seputih Raman.

Kegiatan ini diikuti sekitar 800 peserta didik Raudhatul Athfal (RA) dari wilayah Tengah 2 yang meliputi Kecamatan Trimurjo, Punggur, Kota Gajah, dan Seputih Raman. Beragam perlombaan edukatif dan kreatif digelar sebagai sarana pengembangan potensi anak sejak usia dini, di antaranya lomba mewarnai, tari, pidato, tahfiz Al-Qur’an, hingga fashion show islami.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh dan unsur penting pendidikan serta pemerintahan, di antaranya Bunda RA Kabupaten Lampung Tengah, jajaran Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad), Camat Seputih Raman, Bunda PAUD Kecamatan Seputih Raman, pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Ulum Romo Kiai Didin Rosyidin beserta keluarga, Ketua KKRA Provinsi Lampung Samsudin, S.Pd., Kepala KUA Kecamatan Seputih Raman, Ketua KKRA Kabupaten Lampung Tengah Mulyono, S.Ag., Ketua PD IGRA Lampung Tengah Nurhidayati, S.Pd.I., Ketua KKRA Wilayah Tengah 2 Lela Fauziyah, S.Pd., unsur Forkopimcam, para kepala RA, dewan guru, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, H. Maryan Hasan menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Menurutnya, keberhasilan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga oleh kuatnya karakter, akhlak, dan nilai spiritual yang ditanamkan sejak usia dini.

"Raudhatul Athfal memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Anak-anak harus tumbuh dengan nilai moderasi, cinta tanah air, disiplin, serta akhlakul karimah sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman yang semakin kompleks," ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pendidikan usia dini harus mampu menjadi ruang yang menyenangkan bagi anak untuk bertumbuh, berkreasi, dan mengenali potensi dirinya tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan budaya bangsa.

"Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan digital, anak-anak kita perlu dibekali kemampuan adaptif, kreativitas, dan kepercayaan diri yang kuat. Namun yang paling penting, mereka harus memiliki pondasi moral dan spiritual yang kokoh agar mampu menjadi generasi penerus yang membawa kemajuan sekaligus menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan," tambahnya.

H. Maryan Hasan juga mengapresiasi dedikasi para guru RA yang terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini di lingkungan Kementerian Agama.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak dapat dibangun secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi yang erat antara lembaga pendidikan, keluarga, masyarakat, dan pemerintah.

"Anak-anak yang hari ini tampil percaya diri di atas panggung adalah cerminan dari kerja keras para guru dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang mereka. Karena itu, sinergi dan kepedulian bersama harus terus diperkuat demi melahirkan generasi emas Indonesia yang unggul, religius, moderat, dan berdaya saing global," katanya.

Melalui kegiatan Gebyar RA KKRA Wilayah Tengah 2 ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin solid antar lembaga RA dalam mendorong terciptanya pendidikan anak usia dini yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter generasi masa depan.