Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Kepala Kemenag Pesawaran Buka Kegiatan Monitoring Dana BOP-BOS dan Diseminasi SPI Pendidikan

Kamis, 16 Oktober 2025 Humas Pesawaran
Kepala Kemenag Pesawaran Buka Kegiatan Monitoring Dana BOP-BOS dan Diseminasi SPI Pendidikan
Humas Pesawaran
Humas Pesawaran

Pesawaran, Humas  – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, Farid Wajedi, membuka secara resmi kegiatan Monitoring Penggunaan Dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tingkat RA dan Madrasah Kabupaten Pesawaran Tahun Anggaran 2025, serta Diseminasi Hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan Tahun 2024 pada Kamis (16/10/25).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kasi Pendidikan Madrasah, Khuzil Afwa Kahuripan, para Kepala Madrasah Negeri se-Kabupaten Pesawaran, bendahara madrasah negeri, kepala RA, serta operator madrasah.

Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, Farid Wajedi menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana BOP dan BOS sebagai bentuk tanggung jawab lembaga pendidikan terhadap masyarakat dan pemerintah. Ia mengingatkan bahwa dana tersebut harus dikelola secara tertib, transparan, serta berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan madrasah.

“Dana BOP dan BOS merupakan amanah yang harus dikelola secara tertib, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan madrasah. Setiap rupiah yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Farid.

Lebih lanjut, Farid menegaskan bahwa penggunaan dana BOP dan BOS harus selaras dengan kebutuhan prioritas madrasah, seperti peningkatan kualitas pembelajaran, pengadaan sarana dan prasarana penunjang, serta program-program yang berdampak langsung pada peserta didik. Pemanfaatan dana yang tepat sasaran, menurutnya, akan memperkuat efektivitas proses belajar mengajar dan meningkatkan daya saing madrasah di tengah dinamika pendidikan nasional.

“Gunakan dana sesuai dengan prioritas kebutuhan madrasah. Fokuslah pada peningkatan mutu pembelajaran, fasilitas penunjang, serta kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi peserta didik,” ujarnya.

Selain membahas pengelolaan dana pendidikan, kegiatan ini juga menjadi ajang diseminasi hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan Tahun 2024, yang bertujuan mengukur tingkat integritas, tata kelola, serta potensi risiko penyimpangan dalam pengelolaan pendidikan di lingkungan madrasah.

Farid berharap hasil SPI dapat menjadi bahan refleksi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk memperkuat budaya integritas dan profesionalisme di madrasah.

“Kemenag berkomitmen memperkuat budaya kerja yang bersih, melayani, dan berintegritas. Hasil SPI ini harus kita jadikan cermin untuk memperbaiki tata kelola dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap madrasah,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Pesawaran semakin memahami pentingnya pengelolaan dana pendidikan yang profesional, transparan, dan tepat sasaran guna mendukung peningkatan mutu pendidikan madrasah yang unggul dan berdaya saing. (Humas)

Editor : Fadilah