Pesawaran (Humas) - Kepala Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Pesawaran, Farid Wajedi, memimpin pelaksanaan apel pagi Senin
(7/10/2024) yang diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran di halaman kantor setempat.
Dalam amanatnya, Farid menegaskan kembali pentingnya ASN
memahami dan menjalankan tanggung jawab sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
“Setiap ASN harus memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap tupoksi
yang diembannya. Pelaksanaan tugas tidak hanya sekadar menjalankan pekerjaan,
tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan negara,” ujar
Farid.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa saat ini telah memasuki
triwulan keempat tahun 2024. Oleh karena itu, penyerapan anggaran yang baik
harus selaras dengan peningkatan kinerja di masing-masing satuan kerja. Farid
Wajedi mendorong agar seluruh pegawai memaksimalkan waktu yang tersisa untuk
mencapai target-target yang telah ditetapkan.
“Memasuki triwulan akhir, penyerapan anggaran harus
diperhatikan dengan cermat. Seluruh program dan kegiatan yang telah
direncanakan harus dilaksanakan dengan baik, sehingga hasilnya dapat dirasakan
manfaatnya oleh masyarakat. Hal ini juga menjadi indikator keberhasilan kinerja
kita bersama,” tegasnya.
Mendekati pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang
akan digelar di Kabupaten Pesawaran, Farid Wajedi mengajak seluruh ASN di
lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran untuk turut berperan
serta dalam menjaga kondusivitas dan stabilitas daerah. Farid menekankan
pentingnya netralitas ASN dalam proses demokrasi ini serta mengingatkan agar
pegawai tetap profesional dalam menjalankan tugas.
“Sebagai abdi negara, kita memiliki tanggung jawab untuk menciptakan suasana yang kondusif dengan menjaga sikap netral dan tidak berpihak. Mari kita dukung terciptanya Pilkada yang aman, damai, dan demokratis,” ujar Farid. Ia juga mengimbau ASN untuk dapat menjadi teladan di tengah masyarakat dengan memberikan informasi yang benar dan tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang tidak valid. (Sinta/Bagus)
Editor : Fadilah