Tulang
Bawang, Kemenag (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang
melalui Seksi Pendidikan Madrasah melaksanakan Pembinaan dan Monitoring
Evaluasi Program Pendidikan, Jum’at (01/11/2024).
Pembinaan
dan Monitoring ini dilaksanakan di MTs Darussalam dan MTs Al Ikhlas. Kegiatan
ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan program pendidikan di madrasah
berjalan sesuai dengan rencana dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Kepala
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang Ahmad Jalaluddin yang
didampingi Kasubbag TU Marsudi, dan Kasi Pendidikan Madrasah Eviyana hadir
langsung untuk turut serta melakukan monitoring dan evaluasi sekaligus memberikan
pembinaan kepada para guru Madrasah.
Kegiatan
ini rutin dilaksanakan setiap tahun untuk memantau implementasi program yang
diberikan oleh Kementerian Agama kepada madrasah Jalaluddin dan tim melakukan
monitoring langsung untuk memastikan bahwa program berjalan sesuai regulasi
yang berlaku.
Dalam monitoring yang berlangsung, Jalaluddin menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana bantuan serta perlunya peningkatan kualitas pendidikan melalui sertifikasi guru dan pemanfaatan EMIS untuk pengelolaan data yang lebih efisien.
Monitoring ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan dan pemanfaatan dana BOS dan BOP sesuai dengan ketentuan yang berlaku. pentingnya pengawasan yang ketat terhadap penggunaan dana agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi pendidikan di madrasah. "Kami ingin memastikan bahwa setiap dana yang diterima digunakan secara efektif dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan," ujarnya.
Selama
kegiatan monitoring, tim juga memberikan bimbingan teknis kepada pihak madrasah
mengenai penyusunan laporan penggunaan dana. Bimbingan ini dianggap penting
untuk meningkatkan kemampuan pihak madrasah dalam membuat laporan yang
akuntabel dan transparan. "Laporan yang baik akan membantu dalam
pengelolaan dana di masa mendatang," ungkap Jalal dalam arahannya.
Jalaluddin
menekankan pentingnya peningkatan mutu
pendidikan madrasah, yang tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi
juga pada kompetensi guru.
"Guru
harus memahami tujuan pendidikan, terus meningkatkan kompetensi, dan berinovasi
dalam metode pembelajaran. Hanya dengan inovasi yang tepat, kita bisa
menciptakan proses belajar yang lebih menarik dan efektif, sehingga siswa
menjadi lebih antusias dalam belajar," kata Jalaluddin.
Ia
mendorong guru untuk memahami tujuan pendidikan, meningkatkan kompetensi, dan
berinovasi dalam metode pembelajaran. Pembelajaran berbasis teknologi menjadi
tuntutan yang harus dihadapi, sehingga guru perlu dibekali keterampilan digital
untuk menciptakan kelas yang interaktif dan sesuai dengan kebutuhan siswa saat
ini.
Jalaluddin
juga mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam upaya meningkatkan mutu
pendidikan. "Mari kita jadikan pembinaan dan monitoring ini sebagai
momentum untuk saling belajar dan berbagi pengalaman. Dengan kolaborasi yang
baik antara Kementerian Agama, guru, dan madrasah, kita dapat mencapai tujuan
bersama dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa," tambahnya. Ia optimis
bahwa dengan komitmen dan inovasi, madrasah di Tulang Bawang akan terus maju
dan berkembang, menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks.
Kegiatan
ini mendapat respon positif dari para guru, yang merasa termotivasi untuk terus
meningkatkan kualitas pengajaran mereka. Mereka menyadari bahwa peran guru
sangat vital dalam menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan masa
depan.
Dengan pelaksanaan pembinaan dan monitoring ini, Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan mutu pendidikan madrasah. Diharapkan, melalui langkah-langkah ini, madrasah dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendidikan nasional, serta menciptakan siswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang baik. (dody)
Editor: Aditya Catur