Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Ketua FKUB Kabupaten Tanggamus, Ismail, S.Pd.I., M.Pd.I., Ikuti Webinar Internasional tentang Harmoni Beragama

Sabtu, 25 Januari 2025 Humas Tanggamus
Ketua FKUB Kabupaten Tanggamus, Ismail, S.Pd.I., M.Pd.I., Ikuti Webinar Internasional tentang Harmoni Beragama
Humas Tanggamus
Humas Tanggamus

Tanggamus Kemenag (Humas) -- Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tanggamus, Ismail, S.Pd.I., M.Pd.I., menjadi salah satu peserta dalam Webinar Internasional bertajuk “Let’s Contributing to Peace Together Part 1”. Acara ini mengangkat tema yang relevan dengan posisi strategis Indonesia di kancah global, yakni “Indonesia as The World Destination for Religious Harmony: Strategies and Effort”, dan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (tanggal sesuai).

Webinar ini menghadirkan para pakar dan akademisi internasional yang berfokus pada isu-isu toleransi dan harmoni beragama. Dengan penuh antusias, Ismail menyatakan bahwa keikutsertaannya adalah langkah nyata untuk mendukung dan memperkaya wawasan FKUB Tanggamus dalam membangun kerukunan umat beragama. “Diskusi ini memberikan banyak inspirasi baru untuk menjaga toleransi dan kedamaian di tengah masyarakat yang multikultural,” ungkapnya.

Sebagai negara dengan keberagaman agama yang sangat kaya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi studi tentang toleransi dan harmoni beragama. Hal ini dibahas secara mendalam dalam webinar, dengan fokus pada strategi inovatif yang dapat diterapkan untuk mewujudkan visi tersebut. Ismail menilai tema ini sejalan dengan misi FKUB di Tanggamus, yang terus berupaya menjaga hubungan baik antarumat beragama di daerah.

“Saya merasa sangat terinspirasi oleh ide-ide yang dibagikan dalam diskusi ini. Kami di FKUB Tanggamus akan mencoba menerapkan pendekatan-pendekatan baru untuk memperkuat toleransi dan membangun kolaborasi yang lebih baik antar komunitas keagamaan,” kata Ismail. Baginya, harmoni tidak hanya penting di tingkat lokal, tetapi juga menjadi tanggung jawab global yang memerlukan kerja sama semua pihak.

Momentum webinar ini juga menjadi ajang bagi Ismail untuk berdiskusi dengan peserta lain dari berbagai negara. Pengalaman dan sudut pandang yang berbeda membuat suasana diskusi semakin dinamis dan kaya wawasan. Menurutnya, perhatian dunia terhadap Indonesia sebagai model harmoni beragama adalah kesempatan yang tidak boleh disia-siakan.

Dalam kesimpulannya, Ismail berharap bahwa Indonesia, khususnya FKUB Tanggamus, bisa menjadi contoh nyata dalam menerapkan nilai-nilai toleransi yang tidak hanya memberikan manfaat lokal, tetapi juga berkontribusi pada perdamaian dunia. “Kami berkomitmen untuk menjadikan harmoni beragama sebagai pondasi kokoh dalam kehidupan masyarakat. Ini bukan sekadar tantangan, tetapi juga tanggung jawab besar,” pungkasnya. (Frans/Mela Basyar)