Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

"Kolaborasi untuk Santri Sehat: Kemenag Pesisir Barat Dukung Yayasan Santri Peduli Negeri dalam Tingkatkan Literasi Kesehatan di Pesantren Al Falah Wilayah 3T Way Haru, Pesisir Barat, Lampung"

Selasa, 11 Februari 2025 Humas Pesisir Barat
"Kolaborasi untuk Santri Sehat: Kemenag Pesisir Barat Dukung Yayasan Santri Peduli Negeri dalam Tingkatkan Literasi Kesehatan di Pesantren Al Falah Wilayah 3T Way Haru, Pesisir Barat, Lampung"
Humas Pesisir Barat
Humas Pesisir Barat

Pesisir Barat, Kemenag (Humas) -Kemenag Pesisir Barat Dukung Yayasan Santri Peduli Negeri dalam menyelenggarakan workshop peningkatan literasi kesehatan bagi guru dan santri di pesantren wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Kegiatan yang didanai oleh BAZNAS RI ini diselenggarakan pada hari Minggu - Senin, 09-10 Februari 2025 di Pondok Pesantren Al-Falah, Jalan Kampung Baru RT 008 Rw 004, Way Haru, Kec.  Bengkunat Belimbing, Kab. Pesisir Barat, Lampung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan praktik kesehatan yang lebih baik di lingkungan pesantren, guna menciptakan generasi santri yang sehat dan berdaya.

Workshop ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif BAZNAS RI dan SAPIN dalam memberdayakan masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren, melalui edukasi kesehatan. BAZNAS RI, sebagai lembaga zakat nasional, terus berkomitmen untuk mendukung program-program yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk di bidang kesehatan. Sementara itu, SAPIN sebagai mitra BAZNAS RI, fokus pada upaya edukasi dan pemberdayaan santri serta masyarakat pesantren agar lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan.

Materi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pencegahan penyakit menular, kesehatan mental, serta gizi seimbang disampaikan dalam kegiatan workshop tersebut. Para peserta mendapatkan pelatihan langsung dari Ns. Bayu Irwanto, S.Kep., tenaga kesehatan Puskesmas Bangkunat dan tim Yayasan SAPIN yang merupakan praktisi di bidang kesehatan Masyarakat. Dengan pendekatan interaktif, diharapkan para guru dapat menjadi agen perubahan dalam mendidik santri mengenai pentingnya kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Yayasan SAPIN, Dzul Faridah Arinal Haq, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan di pesantren, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan. “Kami berharap melalui kegiatan ini, para santri dan guru dapat menerapkan serta menyebarkan pengetahuan yang mereka peroleh kepada komunitas sekitarnya,” ujarnya.

Dukungan dari Kemenag Pesisir Barat disampaikan langsung oleh Ahmad Khotob, S.Ag., M.M, pada Sabtu, 8 Februari 2025. Ia menyatakan bahwa literasi kesehatan yang baik akan membantu santri dan guru untuk lebih memahami isu-isu kesehatan di lingkungan pondok pesantren sehingga dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dan upaya pencegahan terhadap penyakit.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para pengasuh Pondok Pesantren dan Peserta. Kiyai Sutrisno, S.Pd.I menyampaikan harapan semoga kegiatan yang digerakkan oleh Yayasan SAPIN bukan hanya sekali ini saja tetapi bisa berkelanjutan karena ini merupakan pertama kalinya edukasi kesehatan dilakukan di wilayah pesantren 3T khususnya Way Haru, Lampung.

Salah satu guru peserta workshop menyampaikan, “Kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Kini kami lebih memahami cara menjaga kesehatan santri serta bagaimana menerapkan pola hidup sehat di lingkungan pesantren.”

Dengan adanya inisiatif seperti ini, SAPIN, BAZNAS RI, dan Kemenag Pesisir Barat terus berkomitmen dalam mendukung penguatan kapasitas kesehatan di wilayah 3T, sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi santri yang cerdas, sehat, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(Edri/Anggithya)