Lampung Tengah, Kemenag (Humas)- Perempuan memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran lingkungan yang berkelanjutan, dimulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas. Komitmen tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama se-Provinsi Lampung yang mengangkat tema "Ekoteologi: Penguatan Peran Perempuan dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan" di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang Barat, Selasa (9/6/2026).
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut bersama perwakilan DWP dari Kabupaten Tulang Bawang, Mesuji, Lampung Selatan, dan Tulang Bawang Barat selaku tuan rumah.
Kegiatan diawali dengan laporan panitia yang disampaikan Ketua DWP Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang Barat, Ny. Eny Rahmiati. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja DWP Kementerian Agama Provinsi Lampung yang bertujuan memperkuat kapasitas perempuan dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui pendekatan nilai-nilai keagamaan.
Selanjutnya, Ketua DWP Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Ny. Siti Aisyah Zulkarnaen, memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa isu lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu, melainkan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari lingkungan keluarga.
Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis sebagai pendidik pertama bagi anak-anak sehingga dapat menjadi agen perubahan dalam membangun budaya peduli lingkungan. Ia mengajak seluruh anggota DWP untuk mengimplementasikan nilai-nilai ekoteologi melalui langkah-langkah sederhana namun berdampak nyata, seperti mengurangi sampah plastik, menjaga kebersihan lingkungan, memanfaatkan lahan pekarangan, serta menanamkan kepedulian terhadap alam kepada generasi muda.
"Merawat lingkungan merupakan bagian dari wujud rasa syukur atas karunia Tuhan. Karena itu, perempuan memiliki peran besar dalam menanamkan kesadaran tersebut di tengah keluarga dan masyarakat," ujarnya.
Ketua DWP Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, tema ekoteologi sangat relevan dengan peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun kebiasaan hidup bersih dan ramah lingkungan yang dimulai dari rumah tangga.
Ia menilai bahwa menjaga kelestarian lingkungan tidak harus dimulai dari langkah besar, melainkan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Edukasi kepada keluarga mengenai pengelolaan sampah, penghematan energi, dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian penting yang dapat dilakukan oleh setiap anggota DWP.
"Kegiatan ini memberikan wawasan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Nilai-nilai keagamaan yang disampaikan menjadi pengingat bahwa menjaga alam adalah bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata," ungkapnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dan diskusi interaktif mengenai konsep ekoteologi serta implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta juga berbagi pengalaman dan praktik baik yang telah dilakukan di daerah masing-masing dalam mendukung gerakan pelestarian lingkungan berbasis keluarga dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, DWP Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah berkomitmen untuk mengimplementasikan berbagai pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh ke dalam program-program organisasi. Diharapkan, peran perempuan sebagai penggerak perubahan dapat semakin nyata dalam membangun budaya hidup yang bersih, sehat, peduli lingkungan, serta selaras dengan nilai-nilai keagamaan yang menjadi landasan kehidupan bermasyarakat.
Humas Lampung Tengah