Tulang
Bawang, MIN 1 (Humas) -- MIN 1 Tulang Bawang menggelar pengajian dalam rangka
memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, yang berlangsung di halaman setempat,
Jum’at (20/09/2024).
Acara
ini merupakan acara puncak dari serangkaian kegiatan Maulidurrasul yang telah
berlangsung dari hari Rabu - Jumat, 18 - 20 September 2024.
Antusiasme peserta didik MIN 1 Tulang Bawang sangat terlihat dalam pengajian hari ini. yang diikuti oleh ratusan peserta didik dari kelas 1 hingga kelas 6. Acara dibuka dengan pembacaan kalam ilahi oleh salah satu peserta didik MIN 1 Tulang Bawang, Muhammad Ammar Fa'iq.
Kepala MIN 1 Tulang Bawang Triyani dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya meneladani akhlak dan nilai-nilai yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, terutama dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Peringatan
Maulid Nabi ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi menjadi momen bagi kita
semua untuk memperkuat iman dan cinta kita kepada Rasulullah. "Mari kita amalkan
ajaran-ajaran beliau dalam kehidupan kita,” katanya.
Triyani
berharap agar peserta didik MIN 1 Tulang Bawang dapat semakin mencintai
Rasulullah SAW dan memahami ajaran-ajaran Islam. "Mari jadikan momen
pengajian ini sebagai bukti cinta kita terhadap Nabi Muhammad SAW, dan salah
satu hikmah peringatan maulid nabi adalah agar kita bisa meningkatkan rasa
syukur kita," ajaknya.
Acara dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Apriyadi, seorang guru di MIN 1 Tulang Bawang dalam tausiah tersebut, Apriyadi mengajak seluruh peserta pengajian meneladani akhlak mulia Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. "Sungguh terdapat pada diri Rasulullah adalah suri teladan yang baik. Nabi Muhammad SAW adalah manusia paling hebat dalam segala bidang. Nabipun berpesan, "Man ahya sunnati, faqod ahabbanii. Wa man ahabbani faqod ma'iyy fil jannah." Artinya, siapa yang menghidupkan sunnahku maka ia mencintaiku. Dan jika ia mencintaiku, maka ia bersamaku di surga," pesan Apriyadi dalam tausiahnya.
Apriyadi menambahkan dalam tausiahnya, ada banyak hal yang dapat dicontoh dari Nabi Muhammad SAW, diantaranya adalah akhlakul karimah karena akhlaknya Nabi adalah alqur'anul karim, segala yang dilakukan dan diucapkan Nabi tidak pernah keluar dari ajaran Al Qur'an.
Beliau
juga menyampaikan bahwa generasi muda saat ini sudah banyak yang mengalami
krisis moral, terutama adab terhadap guru. "Padahal, orang yang memiliki adab
akan lebih diutamakan walaupun ilmunya sedikit dibandingkan dengan orang yang
berilmu tetapi tidak memiliki adab. "Barang siapa yang menyakiti hati
gurunya maka akan terhalang keberkahan dari ilmu yang telah diajarkan gurunya
dan tidak ada kemanfaatan yang diperoleh dari ilmu tersebut kecuali
sedikit," ujar Apriyadi.
Di akhir tausiahnya, Apriyadi memberikan
beberapa doorprize kepada peserta pengajian dan ditutup dengan sholawat dan
pembacaan doa.
Pengajian tersebut dihadiri Ketua Komite, Para Guru, Staf dilingkup MIN 1 Tulang Bawang. (Naya/dody)