Pesawaran (Humas) – Seksi Pendidikan Madrasah Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran melaksanakan kegiatan pembinaan dan
monitoring Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahap 1 Tahun Anggaran 2024 di
madrasah-madrasah yang berada di Kecamatan Waylima dan Waykhilau, di Pondok
Pesantren Riyadhul Mubtadiin, Senin (7/10/2024).
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten
Pesawaran, Farid Wajedi, menyampaikan beberapa hal penting terkait pengelolaan
dan pemanfaatan BOS di madrasah. Ia menegaskan bahwa pengawasan yang dilakukan
Kemenag merupakan salah satu upaya untuk memastikan agar bantuan yang diterima
oleh madrasah dapat digunakan secara tepat sasaran dan sesuai dengan aturan
yang berlaku.
“Merupakan kewajiban Kementerian Agama untuk melakukan
pengawasan terhadap bantuan operasional yang disalurkan. Hal ini demi menjaga
akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan dana BOS di madrasah. Kami
berharap madrasah dapat memanfaatkan bantuan ini secara optimal untuk
meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Farid.
Lebih lanjut, Ia juga menekankan pentingnya penerapan Kurikulum
Merdeka di madrasah, yang menitikberatkan pada pengembangan potensi dan
kreativitas siswa. Beliau mendorong para kepala madrasah untuk memahami konsep
Kurikulum Merdeka dan menerapkannya secara bertahap agar proses pembelajaran
semakin berkualitas dan inklusif.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Farid juga
mengingatkan tentang pentingnya Moderasi Beragama. Ia menyampaikan bahwa
madrasah harus menjadi wadah untuk mengajarkan toleransi dan saling menghargai
perbedaan. Nilai-nilai moderasi beragama harus ditanamkan sejak dini pada
siswa, agar tercipta masyarakat yang damai dan harmonis.
“Kami berharap nilai-nilai moderasi beragama dapat tertanam
dalam diri setiap siswa. Ini penting untuk menjaga kerukunan dan meminimalisir
terjadinya konflik di tengah masyarakat yang majemuk,” tegasnya.
Ia juga mengimbau agar dana BOS yang diterima oleh madrasah
direncanakan, dikelola, dan digunakan sesuai dengan Juknis dan aturan yang
berlaku. Pemanfaatan yang tepat akan memberikan dampak yang signifikan terhadap
kualitas sarana dan prasarana di madrasah.
Menutup sambutannya, Farid Wajedi juga menyinggung tentang
situasi menjelang Pilkada. Ia mengingatkan kepada seluruh tenaga pendidik untuk
tetap menjaga netralitas dan tidak terlibat dalam politik praktis.
Kegiatan pembinaan dan monitoring ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada seluruh madrasah mengenai pengelolaan dana BOS, serta menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi dan permasalahan yang dihadapi di lapangan. (Sinta/Bagus/Irfan)
Editor : Fadilah