Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Pembinaan dan Monitoring BOS, Farid Harap Penggunaan Tepat Sasaran dan Sesuai Aturan

Senin, 07 Oktober 2024 Humas Pesawaran
Pembinaan dan Monitoring BOS, Farid Harap Penggunaan Tepat Sasaran dan Sesuai Aturan
Humas Pesawaran
Humas Pesawaran

Pesawaran (Humas) – Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran melaksanakan kegiatan pembinaan dan monitoring Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahap 1 Tahun Anggaran 2024 di madrasah-madrasah yang berada di Kecamatan Waylima dan Waykhilau, di Pondok Pesantren Riyadhul Mubtadiin, Senin (7/10/2024).

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, Farid Wajedi, menyampaikan beberapa hal penting terkait pengelolaan dan pemanfaatan BOS di madrasah. Ia menegaskan bahwa pengawasan yang dilakukan Kemenag merupakan salah satu upaya untuk memastikan agar bantuan yang diterima oleh madrasah dapat digunakan secara tepat sasaran dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Merupakan kewajiban Kementerian Agama untuk melakukan pengawasan terhadap bantuan operasional yang disalurkan. Hal ini demi menjaga akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan dana BOS di madrasah. Kami berharap madrasah dapat memanfaatkan bantuan ini secara optimal untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Farid.

Lebih lanjut, Ia juga menekankan pentingnya penerapan Kurikulum Merdeka di madrasah, yang menitikberatkan pada pengembangan potensi dan kreativitas siswa. Beliau mendorong para kepala madrasah untuk memahami konsep Kurikulum Merdeka dan menerapkannya secara bertahap agar proses pembelajaran semakin berkualitas dan inklusif.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Farid juga mengingatkan tentang pentingnya Moderasi Beragama. Ia menyampaikan bahwa madrasah harus menjadi wadah untuk mengajarkan toleransi dan saling menghargai perbedaan. Nilai-nilai moderasi beragama harus ditanamkan sejak dini pada siswa, agar tercipta masyarakat yang damai dan harmonis.

“Kami berharap nilai-nilai moderasi beragama dapat tertanam dalam diri setiap siswa. Ini penting untuk menjaga kerukunan dan meminimalisir terjadinya konflik di tengah masyarakat yang majemuk,” tegasnya.

Ia juga mengimbau agar dana BOS yang diterima oleh madrasah direncanakan, dikelola, dan digunakan sesuai dengan Juknis dan aturan yang berlaku. Pemanfaatan yang tepat akan memberikan dampak yang signifikan terhadap kualitas sarana dan prasarana di madrasah.

Menutup sambutannya, Farid Wajedi juga menyinggung tentang situasi menjelang Pilkada. Ia mengingatkan kepada seluruh tenaga pendidik untuk tetap menjaga netralitas dan tidak terlibat dalam politik praktis.

Kegiatan pembinaan dan monitoring ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada seluruh madrasah mengenai pengelolaan dana BOS, serta menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi dan permasalahan yang dihadapi di lapangan. (Sinta/Bagus/Irfan)

Editor : Fadilah