Lampung Tengah, Kemenag (Humas) — Komitmen penguatan karakter dan pembinaan keagamaan generasi muda kembali ditegaskan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah bersama Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Lampung Tengah melalui kegiatan Pendalaman Iman di SMP Xaverius Terbanggi Besar, Senin (3/2/2026).
Kegiatan diikuti oleh dewan guru serta siswa-siswi SMP Xaverius Terbanggi Besar, khususnya peserta didik beragama Katolik dalam rangka memasuki masa Pra-Paskah. Momentum ini menjadi ruang reflektif bagi para siswa untuk memperdalam spiritualitas sekaligus membangun kesadaran moral dalam kehidupan sehari-hari.
Penyelenggara Katolik Kemenag Lampung Tengah, Tumbur Tumanggor, S.Th., dalam arahannya mengajak para siswa untuk memaknai tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) tahun ini, “Berbuat dan Bertobat”, sebagai panggilan konkret untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Menurutnya, masa Pra-Paskah bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan kesempatan pembaruan diri melalui refleksi, pengendalian diri, dan peningkatan kepedulian sosial.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Niko menjelaskan bahwa puasa dalam tradisi Katolik dijalankan selama 40 hari, dimulai dari Rabu Abu hingga Jumat Agung, yang merupakan peringatan wafat Tuhan Yesus Kristus. Masa ini, ujarnya, menjadi waktu yang sarat makna untuk memperdalam iman melalui doa, puasa, serta perbuatan kasih kepada sesama.
Penguatan nilai-nilai tersebut turut diperkaya melalui sesi Bina Iman Anak yang dipandu Marsel. Ia mengajak para siswa untuk berani meninggalkan sikap-sikap kurang baik, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga, serta menumbuhkan disiplin, ketaatan, dan semangat kasih dalam pergaulan sehari-hari.
Ketua PD IPARI Kabupaten Lampung Tengah, H. Rusdianto, S.HI., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembinaan keagamaan di lingkungan sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak, berintegritas, dan memiliki komitmen moral yang kokoh.
“Kegiatan seperti ini merupakan wujud sinergi antara Kementerian Agama, organisasi profesi, dan lembaga pendidikan dalam memperkuat moderasi beragama serta menumbuhkan semangat toleransi di tengah keberagaman,” ujarnya.
Melalui pendalaman iman ini, diharapkan para siswa tidak hanya bertumbuh dalam spiritualitas, tetapi juga memiliki karakter kuat serta mampu menghadirkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat. (Ria)