Tulang Bawang Barat, Kemenag (Humas) -- Malam Nuzulul Quran merupakan peristiwa dimana Kitab Suci Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira, Jabal Nur.Peristiwa ini terjadi pada 17 Ramadhan 610 M. Hingga saat ini, Al-Qur'an berperan sebagai pedoman hidup dan landasan hukum agama Islam. Hal tersebut disampaikan oleh Penghulu KUA Kecamatan Tumijajar, Ustad H. Rohmadi, S.Pd.I., dalam ceramah menjelang Buka puasa pada Siaran Radio Elegan, Senin (17/3/2025).
Ustad Rohmadi memaparkan tentang kemuliaan malam Nuzulul Quran ,antara lain ,merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan, malam diturunkannya Al Quran, dan malam yang penuh kemuliaan. Lebih lanjut Rohmadi menjelaskan tentang amalan yang bisa dilakukan pada malam Nuzulul Quran.
Pertama, Membaca Al-Qur'an. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW tentang keutamaan membaca Al-Quran yang diriwayatkan oleh an-Nu'man Ibnu Basyir yang artinya, : Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur'an." (HR. al-Baihaqi).
Kedua, Melakukan I'tikaf. Hal ini sebagaimana anjuran kebiasaan Rasulullah beri'tikaf di bulan Ramadhan. Dari Ubay bin Ka'ab r.a. berkata, "Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan. Pernah selama satu tahun beliau tidak beri'tikaf, lalu pada tahun berikutnya beliau beri'tikaf selama dua puluh hari". (Hadis Hasan, riwayat Abu Dawud: 2107, Ibn Majah: 1760, dan Ahmad 20317).
Ketiga, melakukan salat malam.Shalat malam adalah shalat yang sangat mulia setelah sholat maktubah (sholat lima waktu). Orang yang melakukan sholat malam juga disebutkan sebagai tanda kemuliaan bagi orang yang beriman.
Selanjutnya, amalan yang lain yang bisa dilakukan adalah berzikir. Berdzikir merupakan salah satu amalan mulia seorang Muslim yang berusaha untuk terus istiqamah mengingat Allah SWT dalam setiap kegiatan yang dia lakukan.
Dalam kultum menjelang buka puasa Rohmadi mengingatkan umat muslim untuk memanfaatkan waktu di malam Nuzulul Quran dengan amalan-amalan ibadah. (Nf/Ea)
Editor: Aditya Catur