Lampung Utara, Kemenag (Humas). Upaya membangun ketahanan keluarga terus diperkuat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Utara melalui kegiatan Bimbingan Gerakan Keluarga Maslahat tingkat Kabupaten. Kegiatan yang digelar di Aula KUA Kecamatan Kotabumi pada Rabu (17/9/2025) itu diselenggarakan oleh Seksi Bimbingan Masyarakat Islam dan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Lampung Utara, Totong Sunardi.
Dalam sambutannya, Totong menjelaskan konsep keluarga maslahat sebagai unit keluarga yang bahagia, sejahtera, dan berlandaskan pada prinsip-prinsip Islam. Keluarga maslahat, katanya, mampu memelihara kebutuhan primer baik lahir maupun batin, serta mencegah kemudaratan.
“Konsep ini dibangun di atas fondasi keadilan, keseimbangan, dan kesalingan antaranggota keluarga, dengan tujuan menciptakan keluarga saleh, berkualitas, serta mampu berkontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan sejumlah upaya untuk mewujudkan keluarga maslahat, di antaranya melalui pendidikan dan konseling pra-nikah, penerapan program Keluarga Berencana (KB), pencegahan pernikahan dini, pengasuhan digital, serta sinergi lintas sektor antara pemerintah, lembaga agama, dan masyarakat.
“Keluarga adalah pondasi bangsa. Dengan membangun keluarga maslahat, kita turut menjaga keutuhan masyarakat dan memperkuat peradaban,” kata Totong.
Sebelumnya Kasi Bimas Islam, Tarmizi, menegaskan bahwa gerakan keluarga maslahat sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Menurut dia, kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia karena angka perceraian masih cukup tinggi.
“Data menunjukkan, jumlah perceraian di Indonesia mencapai 11.896 kasus. Di Provinsi Lampung sendiri tercatat 1.123 kasus, dengan Lampung Utara termasuk salah satu daerah yang menonjol. Di Lampung Utara, angka perceraian tertinggi berada di Kecamatan Kotabumi Selatan, disusul Kotabumi Kota,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meningkatnya angka perceraian menjadi perhatian serius pemerintah. Karena itu, program keluarga maslahat diharapkan mampu mencegah keretakan rumah tangga sekaligus memperkuat nilai-nilai keluarga harmonis, sakinah, mawaddah, dan rahmah.
“Kegiatan ini menghadirkan 50 peserta yang terdiri dari penyuluh agama dan masyarakat. Harapan kami, melalui bimbingan ini tercipta keluarga yang tangguh, rukun, dan saling mendukung dalam kebaikan,” kata Tarmizi.
Kegiatan bimbingan ini juga menghadirkan dua pemateri, yakni Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Lampung Utara, Nang Sukarman, dan Faturrahman, yang menyampaikan materi terkait Gerakan Keluarga Maslahat. (Dw/Ad/Mela Basyar)