Mesuji, Kemenag (Humas) –
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mesuji, A. Jalaluddin, mengikuti
kegiatan Sosialisasi Pengukuran Indeks Harmoni Indonesia (HaI) Tahun 2026
secara daring, Rabu (18/02/2026). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian
dari persiapan pelaksanaan pengukuran indeks harmoni. Sosialisasi tersebut
diikuti oleh seluruh Kepala Kantor wilayah serta kabupaten/kota Kementerian
Agama se-Indonesia.
Plt. Kepala Subbagian Tata Usaha, Darul Alipi. juga mengikuti rangkaian kegiatan sosialisasi pengukurah indeks harmoni indonesi (HaI) tahun 2026. Kehadiran jajaran pimpinan ini menunjukkan komitmen Kemenag Mesuji dalam mendukung program prioritas Kementerian Agama.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai metodologi dan teknis pelaksanaan pengukuran Indeks Harmoni Indonesia Tahun 2026. Penjelasan tersebut diharapkan menjadi pedoman teknis bagi seluruh satuan kerja di daerah.
Selain materi metodologi,
kegiatan ini juga membahas mengenai best practice pelaksanaan pengukuran Indeks
Harmoni Indonesia (HaI) Kota Batam tahun 2024 dan 2025. Pengalaman tersebut
menjadi referensi konkret bagi daerah lain dalam mengoptimalkan koordinasi,
pengumpulan data, serta pelibatan pemangku kepentingan.
Kepala Kantor Kemenag
Kabupaten Mesuji, A. Jalaluddin, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi
tersebut. Ia menilai kegiatan ini penting untuk menyamakan persepsi dan langkah
teknis seluruh jajaran Kemenag dalam menghadapi pengukuran Indeks Harmoni
Indonesia Tahun 2026. Menurutnya, kesiapan sumber daya dan koordinasi internal
perlu dilakukan sejak dini agar pelaksanaan di daerah berjalan optimal.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Kabupaten Mesuji menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam mendukung pengukuran Indeks Harmoni Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat kerukunan umat beragama. Hasil pengukuran nantinya diharapkan mampu memberikan gambaran nyata kondisi harmoni di daerah. Dengan demikian, langkah-langkah strategis yang diambil ke depan dapat semakin tepat sasaran dan berdampak luas bagi masyarakat.(Mutia)
Editor : Fadilah