Tanggamus Kemenag (Humas) --
Dalam upaya meningkatkan pelayanan publik dan optimalisasi sistem informasi
guru agama, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus menggelar kegiatan
sosialisasi akun SIAGA bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di lingkungan
sekolah. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kasi Papki, H. Muhammad Hasan
Basri, S.Ag., M.Pd., yang menekankan pentingnya pemanfaatan sistem ini dalam
administrasi guru PAI.
Dalam sambutannya, H. Muhammad Hasan Basri menyampaikan bahwa akun SIAGA merupakan bagian dari upaya digitalisasi layanan administrasi guru. "Melalui akun SIAGA, para guru PAI dapat mengelola data kepegawaian mereka secara lebih mudah dan transparan. Ini adalah langkah nyata dalam mewujudkan pelayanan publik yang efisien," ujarnya.
Selain membahas teknis penggunaan
akun SIAGA, kegiatan sosialisasi ini juga menjadi momentum untuk menyampaikan
materi mengenai Zona Integritas (ZI). Salah satu bagian dari ZI yang turut
disampaikan adalah pendampingan akun SIAGA, yang bertujuan untuk memastikan
seluruh guru PAI memahami dan dapat mengakses layanan ini dengan optimal.
Para peserta sosialisasi yang
terdiri dari guru-guru PAI di berbagai sekolah di Kabupaten Tanggamus terlihat
antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Mereka diberikan pendampingan langsung
untuk memahami cara aktivasi dan penggunaan akun SIAGA dalam pengelolaan
administrasi kepegawaian serta pelaporan kegiatan belajar mengajar.
Kegiatan ini diharapkan dapat
meningkatkan profesionalisme guru PAI dalam menjalankan tugasnya, serta
mendukung program digitalisasi yang dicanangkan oleh Kementerian Agama.
"Kami berharap seluruh guru PAI dapat memanfaatkan akun SIAGA dengan
maksimal sehingga data dan informasi yang dikelola menjadi lebih akurat dan
terkini," tambah H. Muhammad Hasan Basri.
Dengan adanya sosialisasi ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi tenaga pendidik. Ke depan, kegiatan pendampingan seperti ini akan terus dilakukan guna memastikan semua guru PAI dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan. (frans/Mela basyar)