Lampung Barat, MIN 2 (Humas) --- Dalam rangka menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan (Bullying), MIN 2 Lampung Barat menggelar kegiatan sosialisasi anti-bullying bekerja sama dengan Kepolisian Resor Lampung Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu pagi dan diikuti oleh seluruh siswa/siswi MIN 2 Lampung Barat, para guru, serta staf madrasah. (22/08/2025)
Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Polres Lampung Barat yang telah berpengalaman dalam menangani berbagai kasus kenakalan remaja dan perundungan di lingkungan madrasah. Dalam paparannya, menyampaikan pentingnya pemahaman siswa terhadap tindakan bullying, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun cyberbullying yang kini mulai marak terjadi di kalangan anak-anak.
Para siswa terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Selain mendengarkan penjelasan, mereka juga diajak berdialog interaktif dan diberikan contoh nyata dampak buruk bullying terhadap korban, seperti menurunnya semangat belajar, depresi, bahkan dalam kasus ekstrem bisa menyebabkan keinginan untuk mengakhiri hidup.
Kepala MIN 2 Lampung Barat, Ema Juwita, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak kepolisian yang telah berkenan hadir dan memberikan edukasi penting kepada siswa.
"Kami sangat mengapresiasi langkah Polres Lampung Barat yang peduli terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan. Kami berharap anak-anak di MIN 2 Lampung Barat bisa menjadi pelopor anti-bullying di lingkungannya masing-masing," tuturnya.
Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan perjanjian komitmen bersama oleh perwakilan siswa, guru, dan pihak kepolisian untuk mewujudkan Sekolah Ramah Anak Tanpa Bullying.
"Bullying itu tidak hanya memukul atau menyakiti secara fisik, tapi juga bisa dalam bentuk ejekan, pengucilan, hingga menyebarkan kebohongan tentang orang lain, terutama melalui media sosial. Ini sangat membahayakan, terutama bagi perkembangan mental anak," ujar.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh warga madrasah, baik siswa maupun tenaga pendidik, dapat lebih memahami pentingnya saling menghargai, bersikap empati, serta menciptakan budaya positif di lingkungan sekolah. Sosialisasi ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung upaya pemerintah untuk menciptakan generasi muda yang sehat secara fisik, mental, dan sosial. (Lisna Agusta/Boy/Mela Basyar)