Pesisir Barat ( Humas
) -- Bank Indonesia (BI) menggelar sosialisasi pentingnya mencintai dan menjaga
nilai Rupiah, bertempat di Aula Gedung Pelayanan Haji Terpadu (PLHUT)
Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pesisir Barat. Selasa, 10 september 2024
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat, antara lain Kasubag TU Kemenag
Pesisir Barat, H. Hikmat Tutasry, S.Pd., para Kepala Seksi (Kasi) dan
Penyelenggara , serta seluruh pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non-ASN
di lingkungan Kemenag Kabupaten Pesisir Barat.
Dalam
sambutannya, H. Hikmat Tutasry, S.Pd., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas
terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, sosialisasi yang dilakukan oleh Bank
Indonesia sangat penting untuk menanamkan kesadaran kepada masyarakat,
khususnya ASN dan non-ASN di Kemenag Pesisir Barat, tentang pentingnya menjaga
dan menghargai Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah. Hikmat menekankan bahwa
mencintai Rupiah tidak hanya sekadar menggunakan uang kertas dan logam dengan
baik, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi negara.
Perwakilan dari
Bank Indonesia ( I Made Yoga Setiawan , S.E., M.M ) menjelaskan bahwa Rupiah
adalah simbol kedaulatan negara yang harus dijaga oleh seluruh masyarakat
Indonesia. "Kita seringkali abai dengan kondisi uang yang kita miliki,
seperti menyobek, mencoret, atau melipat uang kertas tanpa berpikir panjang. Tindakan
seperti ini merusak wibawa Rupiah dan bisa berdampak pada kepercayaan terhadap
mata uang kita di mata dunia internasional," ujar perwakilan BI dalam
paparannya. Oleh karena itu, BI mengajak seluruh peserta untuk menjadi teladan
dalam menggunakan dan merawat Rupiah dengan baik.
Sosialisasi ini
diharapkan dapat menumbuhkan rasa kebanggaan terhadap mata uang Rupiah
sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai fungsi dan pentingnya
Rupiah dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional. Selain itu, ASN dan
non-ASN yang hadir diharapkan dapat menyebarluaskan informasi ini kepada
masyarakat luas, agar nilai dan wibawa Rupiah tetap terjaga.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan seluruh ASN dan non-ASN di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Barat menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat akan pentingnya mencintai Rupiah, demi kemajuan dan stabilitas ekonomi bangsa.