Bandar Lampung, Kemenag
(Humas) --- Peringatan Hari Tri Suci Waisak 2569 BE/2025 di Mall Bumi Kedaton,
Bandar Lampung, resmi dibuka pada Kamis pagi dengan semangat “Kebersamaan untuk
Indonesia Maju.” Acara yang berlangsung khidmat ini memperingati kelahiran,
pencerahan, dan parinirwana Buddha Gautama, sekaligus mempererat persatuan dan
toleransi antarumat beragama. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gendang
barongsai (Tang Gu) oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Makmur, yang disambut gemuruh tepuk tangan hadirin.
Ketua Pelaksana melaporkan, acara Sani Patah Waisak berlangsung 29-31 Mei 2025 dengan 155 peserta dari berbagai wihara. Kegiatan meliputi lomba pembacaan Dhammapada, mewarnai, puisi Buddhis, cerita Buddhis, solo song lagu Buddhis, kreasi makanan vegetarian, dan pembuatan konten. Pada 1 Juni 2025, digelar donor darah di Wihara Amora Bumi Graha, pembersihan pratima Buddha, pameran Dharma, bazar UMKM, serta atraksi barongsai dan busuk.
Kepala Kantor Kementerian
Agama Kota Bandar Lampung, Drs. H. Makmur, M.Ag, menegaskan pentingnya
kebersamaan positif. “Nilai Metta, Karuna, Mudita, dan Upekkha relevan untuk
membangun harmoni di tengah keberagaman. Kebersamaan, seperti sapu lidi, kuat
saat bersatu. Tanpa cinta kasih, pembangunan dan kedamaian tak tercapai,”
ujarnya. Ia mengajak umat menjaga citra damai Buddha dan mewujudkan Indonesia
maju sesuai Bhinneka Tunggal Ika. Makmur menutup dengan pantun: Di Bumi Kedaton
Waisak dirayakan, Cinta kasih Buddha jadi pedoman, Bersama umat, kita junjung
kebersamaan, Indonesia maju, damai dalam harapan.
Hadirin meliputi perwakilan Sekretaris Wilayah Sangha Agung Indonesia, Ketua MBI Provinsi Lampung (diwakili Romo Hijau Berlian), Ketua MBI Kota Bandar Lampung, Yan Eka Chandra (Mall Bumi Kedaton), Ketua FKUB, Bhikkhu Sangha, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus Majelis Agama Buddha, dan umat Buddha. Acara ini diharapkan memperkuat harmoni dan inspirasi untuk Indonesia yang damai.
Peringatan Waisak di Mall Bumi Kedaton ini tidak hanya menjadi ajang
keagamaan, tetapi juga wujud nyata dari moderasi beragama yang digaungkan
Kementerian Agama. Dengan ragam kegiatan yang menggabungkan nilai spiritual,
budaya, dan sosial, acara ini diharapkan dapat memperkuat harmoni dan menjadi
inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk mewujudkan Indonesia yang maju, damai,
dan penuh cinta kasih. Sesi pembukaan ditutup dengan doa bersama dan persiapan
untuk rangkaian acara berikutnya, yang diharapkan terus menyemarakkan semangat
Waisak hingga akhir peringatan.
(Mushollin)