Jl. Mawar No. 7 Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, Liwa, Kabupaten Lampung Barat lampungbaratkantorkementeriana@gmail.com

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Abu Vulkanik Krakatau Mulai Ancam Udara Lambar, Warga Diimbau Disiplin Pakai Masker

Senin, 07 September 2026 Humas Lambar Editor: Anggithya
Abu Vulkanik Krakatau Mulai Ancam Udara Lambar, Warga Diimbau Disiplin Pakai Masker
Humas Lambar
Humas Lambar
Foto: Ragil Boy

Lampung Barat, Kemenag (Humas) -- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat bersama Kantor Kementerian Agama dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat koordinasi terkait mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penanganan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau di Aula Kagungan, Kompleks Pemda Lampung Barat, Senin (7/9/2026).

‎Pertemuan ini difokuskan pada langkah antisipasi cuaca kering dampak fenomena El Nino ekstrem serta peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berstatus Level III (Siaga) setelah tercatat mengalami erupsi menerus sejak 4 September 2026.

‎Kasubbag Tata Usaha Kemenag Lampung Barat, Mukip Zaman, menekankan pentingnya langkah cepat untuk melindungi kesehatan warga.

‎"Sebaran abu vulkanik yang terbawa hembusan angin mulai berdampak pada penurunan kualitas udara di sejumlah wilayah Lampung Barat, sehingga memerlukan perhatian serius agar tidak memicu gangguan saluran pernapasan," ungkapnya.

‎Guna menjaga keselamatan bersama, pemerintah daerah dan instansi terkait mengimbau masyarakat untuk menjalankan poin-poin keselamatan berikut:

· ‎Mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk menyaring partikel debu vulkanik yang berisiko bagi pernapasan.

· ‎Dilarang keras membuka lahan dengan cara dibakar, mengingat kekeringan ekstrem akibat El Nino sangat memicu kebakaran lahan skala luas yang sulit dipadamkan.

· ‎Memantau perkembangan informasi resmi dari pihak berwenang dan BMKG, serta tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi kebenarannya.

· ‎Melakukan penyebaran informasi secara masif dan berkelanjutan melalui aparatur kecamatan, perangkat pekon (peratin), pos kesehatan, serta tokoh masyarakat dan agama di seluruh pelosok desa.

‎"Sinergi antara jajaran pemerintah daerah, forkopimda hingga aparatur tingkat pekon diharapkan dapat mempercepat sampainya peringatan dini ini kepada seluruh warga, sehingga risiko gangguan kesehatan maupun potensi bencana kebakaran lahan dapat ditekan sedini mungkin," pungkasnya.

‎Rapat koordinasi lintas sektoral tersebut dihadiri oleh Bupati Parosil Mabsus, Wakil Bupati Mad Hasnurin, jajaran Forkopimda, instansi vertikal, Ketua Baznas, camat, hingga peratin se-Kabupaten Lampung Barat.