Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

KUA

Gerakan Penghulu Sejuta Pengantin Cegah Stunting, KUA Way Tenong Berkolaborai dengan BKKBN dan UPT Puskesmas

Kamis, 12 September 2024 Humas Lambar
Gerakan Penghulu Sejuta Pengantin Cegah Stunting, KUA Way Tenong Berkolaborai dengan BKKBN dan UPT Puskesmas
Humas Lambar
Humas Lambar


Lampung Barat, KUA (Humas) -- Kantor Urusan Agama (KUA) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan UPT Puskesmas Pajar Bulan terus memperkuat kerja sama dalam upaya pencegahan stunting di berbagai daerah. Salah satu langkah konkrit yang dilakukan adalah dengan menggelar sosialisasi dan penyuluhan kesehatan kepada pasangan calon pengantin dan keluarga muda di Kecamatan Way Tenong Kabupaten Lampung Barat. Rabu, 11 September 2024.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula KUA Kecamatan Way Tenong, ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya persiapan kesehatan sebelum menikah, selama kehamilan dan pasca anak lahir. Hal ini dilakukan untuk memastikan anak-anak lahir dalam kondisi sehat dan terhindar dari risiko stunting.

“Kami menyadari bahwa pencegahan stunting harus dimulai dari awal, yakni sejak perencanaan keluarga. Oleh karena itu, kami memberikan edukasi kepada calon pengantin agar mereka memahami pentingnya gizi seimbang dan perawatan kesehatan bagi ibu dan anak, agar kelak lahir generasi berkualitas yaitu anak yang sehat jasmani dan rohani, cerdas, soleh dann sholehah,” ujar Kepala KUA Kec. Way Tenong, Irwansyah.

Dalam acara tersebut, BKKBN dan UPT Puskes Pajar Bulan memberikan materi tentang pola makan bergizi, pentingnya pemeriksaan kesehatan pranikah, serta cara merencanakan kehamilan yang sehat.

Selain itu, perwakilan dari BKKBN, Kusnaidi, menjelaskan bahwa stunting bukan hanya masalah gizi tetapi juga berdampak pada perkembangan kognitif dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap calon pengantin dapat menjadi agen perubahan di keluarga mereka masing-masing, menerapkan pola hidup sehat, dan memastikan anak-anak mereka mendapatkan nutrisi yang cukup,” katanya.

Para peserta acara terlihat antusias dan aktif bertanya kepada narasumber. Salah satu peserta, Vega, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat baginya. "Saya jadi tahu bagaimana pentingnya mempersiapkan kesehatan sebelum menikah agar nantinya anak-anak kami tumbuh sehat dan kuat," imbuhnya.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lain untuk terus memperkuat sinergi dalam pencegahan stunting. Diharapkan melalui edukasi dan pelayanan kesehatan yang tepat, angka stunting dapat ditekan, dan generasi masa depan dapat tumbuh lebih sehat dan cerdas. (Azis/Boy/Mela Basyar)