Lampung Barat, MIN 2 (Humas) -- MIN 2 Lampung Barat melaksanakan kegiatan Pengimbasan Pendampingan dan Evaluasi Pengembangan Pembuatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) kepada seluruh guru. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk tindak lanjut dalam memperkuat pemahaman dan keterampilan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) ke dalam proses pembelajaran di madrasah.
Melalui kegiatan pengimbasan ini, para guru mendapatkan pendampingan dalam memahami tahapan pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta secara lebih sistematis. Guru diarahkan untuk mampu mengintegrasikan nilai-nilai cinta ke dalam berbagai komponen pembelajaran sehingga pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pencapaian kompetensi akademik, tetapi juga membangun karakter, sikap, kepedulian, dan nilai-nilai positif pada peserta didik.
Dalam kegiatan tersebut, guru secara langsung melakukan praktik penyusunan pemetaan elemen, Capaian Pembelajaran (CP), materi berdasarkan CP, topik pembelajaran, hingga pengembangan modul ajar untuk masing-masing mata pelajaran. Proses praktik dilakukan secara bertahap agar setiap guru dapat memahami keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya.
Tahapan pertama yang dilakukan adalah pemetaan elemen dan Capaian Pembelajaran (CP) pada masing-masing mata pelajaran. Guru mengidentifikasi capaian yang harus dikuasai peserta didik kemudian menghubungkannya dengan materi pembelajaran yang relevan. Setelah itu, guru melakukan pemetaan materi berdasarkan CP sebagai dasar dalam menentukan topik dan kegiatan pembelajaran.
Selanjutnya, para guru mengembangkan rancangan pembelajaran yang mengintegrasikan prinsip-prinsip Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Nilai-nilai cinta diupayakan hadir secara nyata dalam proses pembelajaran, baik melalui materi, aktivitas peserta didik, metode pembelajaran, maupun pembiasaan sikap dan karakter.
Tahap berikutnya adalah penyusunan modul ajar pada setiap mata pelajaran. Guru mempraktikkan secara langsung bagaimana menyusun modul yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, tujuan pembelajaran, materi, kegiatan pembelajaran, asesmen, serta penguatan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta.
Kegiatan praktik tersebut juga menjadi kesempatan bagi para guru untuk berdiskusi dan saling memberikan masukan terhadap rancangan yang telah dibuat. Dengan adanya pendampingan dan evaluasi secara langsung, guru dapat mengetahui bagian-bagian yang masih perlu diperbaiki sehingga perangkat pembelajaran yang dihasilkan menjadi lebih terarah, relevan, dan dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.
Kepala madrasah, Ema Juwita, menyampaikan bahwa kegiatan pengimbasan ini sangat penting untuk memastikan seluruh guru memiliki pemahaman yang sama mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Guru diharapkan tidak hanya memahami konsep KBC, tetapi juga mampu menerapkannya dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran sehari-hari.
"Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan dapat menjadi bagian yang nyata dalam proses pendidikan di madrasah. Melalui kegiatan ini, seluruh guru diharapkan mampu menyusun perangkat pembelajaran yang tidak hanya mencapai tujuan akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai cinta kepada Allah SWT, sesama manusia, lingkungan, dan tanah air," ungkapnya.
Kegiatan pengimbasan juga menjadi momentum bagi MIN 2 Lampung Barat untuk melakukan evaluasi terhadap proses pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta yang telah dilakukan. Evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana pemahaman dan kesiapan guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai KBC.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh guru MIN 2 Lampung Barat semakin siap dalam menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta pada setiap mata pelajaran. Perangkat pembelajaran yang disusun melalui proses pemetaan elemen, CP, materi, hingga modul ajar diharapkan dapat menjadi pedoman bagi guru dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan berkarakter.
"Pengimbasan pendampingan dan evaluasi ini juga menjadi salah satu langkah MIN 2 Lampung Barat dalam mewujudkan pembelajaran yang lebih humanis, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai cinta. Dengan keterlibatan seluruh guru, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan dapat berjalan secara konsisten dan memberikan dampak positif terhadap perkembangan akademik maupun karakter peserta didik," jelasnya.
Melalui semangat kolaborasi, refleksi, dan praktik bersama, MIN 2 Lampung Barat terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan serta menghadirkan proses pembelajaran yang mampu membentuk peserta didik menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, peduli, dan memiliki nilai-nilai cinta dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 08 Agustus 2026 tersebut diikuti oleh seluruh guru MIN 2 Lampung Barat dengan penuh antusias. Kegiatan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi secara teoritis, tetapi juga dilanjutkan dengan praktik langsung penyusunan perangkat pembelajaran berbasis Kurikulum Berbasis Cinta pada setiap mata pelajaran. (Lisna Agusta)