Lampung Barat, Kemenag (Humas) -- Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Lampung Barat menggelar kegiatan Diseminasi Pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Lampung Barat, Senin (14/9/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh 70 peserta ini resmi dibuka oleh Kepala Kankemenag Lampung Barat, H. Miftahus Surur, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad), Suherman serta dihadiri jajaran Kelompok Kerja Pengawas, Kepala MIN, Kepala Madrasah Swasta, serta pengurus Kelompok Kerja Madrasah (KKM) se-Kabupaten Lampung Barat.
Dalam sambutannya, H. Miftahus Surur menekankan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta menuntut para pendidik untuk tidak sekadar menjalankan fungsi pengajaran, melainkan bertransformasi menjadi seorang murobbi atau pendidik sejati yang membimbing dengan penuh ketulusan.
Ia menjelaskan bahwa esensi KBC berawal dari penanaman rasa cinta atau mahabbah pada diri sendiri, yang kemudian diimplementasikan secara nyata dalam interaksi penuh kasih sayang kepada para peserta didik di lingkungan madrasah.
"Melalui diseminasi ini, saya berharap seluruh peserta yang terdiri dari kepala madrasah dapat mengikuti rangkaian kegiatan secara utuh dan menyeluruh," ajak Miftahus Surur.
Menurutnya, pemahaman yang mendalam terhadap kurikulum ini dinilai krusial agar nilai-nilai kasih sayang dan pendekatan humanis dapat diterapkan secara konsisten dalam proses belajar mengajar di setiap madrasah.
Terlebih jelasnya, tenaga pendidik dilingkungan madrsah tidak hanya bertindak sebagai pengajar materi akademik semata, melainkan sebagai pendamping spiritual atau pembentuk karakter yang humanis.
"Pemberlakuan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif, menyenangkan, serta ramah anak,"terangnya.
Langkah strategis ini juga kata Miftahus Surur sekaligus menjadi komitmen Kankemenag Lampung Barat dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik dan spiritual semata.
“Tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan karakter luhur yang berlandaskan kasih sayang,” tukasnya.