Lampung Barat, Kemenag (Humas)—-Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Barat, Ni Wayan Giriyanti, ajak maknai dirgahayu kemerdekan republik indonesia ke 81 dengan Tri Hita Karana. Hal tersebut dikatakannya saat menjadi pembicara dalam mimbar agama pada Radio RRI Pro 1 Bandar Lampung, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, Tri Hita Karana merupakan konsep atau ajaran agama Hindu yang selalu menitikberatkan agar antara sesama bisa hidup berdampingan, saling bertegur sapa, toleransi dan penuh rasa damai.
“Tri Hita Karana dalam konteks Kemerdekaan Republik Indonesia dapat kita maknai sebagai semangat menjaga keseimbangan dan keharmonisan dalam kehidupan berbangsa,” kata Ni Wayan.
Sebab katanya, dalam Tri Hita Karana mempunyai tiga nilai utama yang relevan dengan makna Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 yang semangatnya harus tetap menyala dalam kehidupan sehari-hari.
Yaitu lanjutnya, yang pertama ialah makna Parahyangan yakni hubungan harmonis manusia dengan Tuhan. Dalam kemerdekaan, diwujudkan melalui rasa syukur kepada Allah SWT/Tuhan Yang Maha Esa serta menjalankan kehidupan beragama dengan toleransi dan saling menghormati.
Kedua, Pawongan yaitu hubungan harmonis antarmanusia. Kemerdekaan bukan hanya bebas dari penjajahan, tetapi juga kesempatan untuk membangun persatuan, gotong royong, menghargai perbedaan suku, agama, budaya, dan menjunjung semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Ketiga, Palemahan yaitu hubungan harmonis manusia dengan alam dan lingkungan. Kemerdekaan harus diisi dengan menjaga lingkungan, mengelola sumber daya alam secara bijaksana, serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan demi generasi mendatang.
“Intinya, Tri Hita Karana dalam momentum Kemerdekaan RI mengajarkan bahwa kemerdekaan akan memiliki makna yang lebih luas apabila diisi dengan ketakwaan kepada Tuhan, persaudaraan antarsesama, dan kepedulian terhadap lingkungan,” jelas Ni Wayan Giri yanti.
Dengan demikian terangnya, kemerdekaan tidak hanya menjadi warisan sejarah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama untuk mewujudkan Indonesia yang damai, maju, harmonis, dan sejahtera.