Lampung Barat, Kemenag (Humas) -- Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Barat menggelar kegiatan "DWP Mengajar" yang mengusung tema "Madrasah Hebat, Berakhlak, Bebas Bullying". Berlokasi di MIN 2 Kabupaten Lampung Barat pada Kamis, 30 Juli 2026.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua DWP Kankemenag Lambar, Ny. Siti Nur Khotijah, bersama seluruh jajaran pengurus untuk memberikan edukasi pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan penuh kasih sayang.
Bertindak sebagai narasumber utama, Siti Nur Khotijah menegaskan bahwa tindakan bullying atau perundungan bukanlah hal yang dapat ditoleransi karena membawa dampak buruk bagi tumbuh kembang anak.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai faktor pemicu perundungan serta mengajak seluruh siswa untuk senantiasa membina karakter positif dan berakhlak mulia.
Ia juga mendorong para murid untuk belajar menjaga diri dan membangun keberanian agar tidak mudah menjadi sasaran perundungan.
Penyampaian materi juga menyoroti efek dominasi perundungan terhadap kesehatan mental anak yang berpotensi mengganggu masa depan mereka.
Siti Nur Khotijah menggarisbawahi bahwa mengedukasi anak-anak sejak usia dini merupakan langkah yang sangat efektif.
"Mengingat karakter anak-anak sekolah dasar masih dalam tahap pembentukan dan sangat mudah menyerap nilai-nilai baru, pemahaman komprehensif mengenai bahaya perundungan menjadi fondasi penting dalam membentengi pola pikir mereka dari perilaku menyimpang," jelasnya.
Kehadiran jajaran pengurus DWP Kankemenag Lampung Barat dalam mendampingi para siswa selama sesi pembelajaran ini menjadi bukti komitmen nyata dalam mendukung penataan lingkungan pendidikan yang ramah anak.
Sinergi antara pengurus DWP dan pihak madrasah diharapkan mampu memperkuat sistem pendukung bagi anak-anak agar merasa terlindungi selama menuntut ilmu.
"Melalui program "DWP Mengajar" ini, diharapkan MIN 2 Lampung Barat dapat terus konsisten mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki ketahanan emosional dan akhlak yang terpuji," imbuhnya.
Langkah preventif ini menjadi pijakan nyata dalam mewujudkan cita-cita bersama menciptakan lingkungan madrasah yang benar-benar hebat, berkarakter, dan sepenuhnya bebas dari praktik perundungan.