Lampung Utara, Kemenag (Humas) - Sebanyak 880 peserta dari jenjang PAUD/TK, SD, SMP, SMA/sederajat, hingga Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mengikuti Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) 2026 yang digelar di SD Soekarno Hatta, Kabupaten Lampung Utara, Rabu (5/8/2026). Kegiatan bertema “Mengawal Indonesia Merdeka” ini menjadi ajang pengembangan bakat, pembinaan karakter, dan penjaringan bibit-bibit unggul di bidang keagamaan.
Kegiatan yang merupakan bentuk sinergi antara Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Utara dan Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara ini dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Utara, Dina, yang mewakili Bupati Lampung Utara. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Utara, Aprizandi, jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara, pengurus Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAI), serta para peserta dan pendamping.
Ketua AGPAI Kabupaten Lampung Utara, Puji Rahayu, dalam laporannya menyampaikan bahwa Pentas PAI 2026 diikuti 63 peserta jenjang PAUD/TK, 373 peserta SD, 212 peserta SMP, 231 peserta SMA/sederajat, dan satu peserta kategori Guru PAI. Para peserta mengikuti berbagai cabang lomba, di antaranya adzan, Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), pidato PAI, kaligrafi, mewarnai, fashion show, solo song, dan guru inovasi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Utara, Aprizandi, mengatakan Pentas PAI merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan memunculkan bibit-bibit unggul, khususnya di bidang keagamaan.
“Pentas PAI adalah rutinitas perlombaan yang diselenggarakan setiap tahun untuk memunculkan bibit-bibit unggul, khususnya di bidang keagamaan,” ujarnya.
Aprizandi mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh peserta dan berharap Pentas PAI menjadi wadah yang mampu menginspirasi masyarakat serta membangkitkan semangat generasi muda untuk terus berprestasi.
“Semoga kegiatan ini menjadi wadah yang memberikan inspirasi bagi masyarakat serta menumbuhkan ghirah dan semangat anak-anak kita untuk terus berprestasi dalam bidang keagamaan,” katanya.
Sementara itu, Dina menyampaikan bahwa Pentas PAI menunjukkan pembelajaran agama dapat dikembangkan melalui berbagai media yang kreatif, menarik, dan menyenangkan. Menurutnya, Pentas PAI bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan wahana pembinaan karakter, pengembangan bakat, serta penanaman nilai-nilai spiritual sejak usia dini.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan keagamaan melalui pembentukan mental, karakter, dan spiritual masyarakat.
Melalui Pentas PAI 2026, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya berprestasi dalam berbagai cabang lomba, tetapi juga memiliki karakter religius, berakhlak mulia, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.(Dewi/Lisa)