Lampung Selatan, Kemenag (Humas) - Pelaksanaan Ngaben Massal di Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, kembali menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan Upasaksi pada Selasa (4/8/2026) itu mendapat apresiasi dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan.
Kepala Kantor Kemenag Lamsel, Ahmad Rifai mendampingi Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani menghadiri prosesi Upasaksi, salah satu tahapan penting dalam rangkaian Ngaben Massal. Turut hadir Penyelenggara Hindu Kemenag Lamsel Ida Bagus Putu Satike, penyuluh agama Hindu, serta tokoh agama dan masyarakat.
Prosesi Upasaksi merupakan simbol menghadirkan saksi suci dalam pelaksanaan yadnya, yakni Dewa Saksi, Rsi Saksi, dan Manusa Saksi. Melalui tahapan ini, umat Hindu memohon restu Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar seluruh rangkaian Pitra Yadnya berjalan dengan lancar, suci, dan sesuai ajaran dharma.
Dalam sambutannya, Ahmad Rifai menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang mengikuti prosesi Ngaben Massal. Ia berharap almarhum dan almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta diberi jalan menuju moksa.
Menurut Ahmad Rifai, Ngaben merupakan wujud penghormatan terakhir sekaligus ungkapan bhakti kepada leluhur. Upacara tersebut juga mengingatkan bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara, sedangkan yang akan tetap dikenang adalah amal baik, kasih sayang kepada sesama, serta kecintaan kepada Sang Pencipta dan alam semesta.
"Upacara Ngaben ini adalah wujud bhakti, penghormatan terakhir, dan pelepasan jasad secara suci agar roh dapat kembali kepada Sang Pencipta. Hidup di dunia ini bersifat sementara. Yang abadi adalah amal baik, kasih sayang, cinta kepada Sang Pencipta, cinta sesama manusia, serta cinta alam semesta," ujar Ahmad Rifai.
Ia juga menegaskan bahwa tradisi keagamaan seperti Ngaben merupakan bagian dari kekayaan budaya dan spiritual bangsa. Karena itu, Kementerian Agama berkomitmen terus hadir mendampingi umat, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta memperkuat semangat saling menghormati di tengah keberagaman.
"Mari kita jaga toleransi, saling menghormati, dan terus merawat kebersamaan sehingga tercapai Indonesia yang damai, rukun, dan sejahtera," katanya.
Mengakhiri sambutannya, Ahmad Rifai menyampaikan apresiasi kepada panitia, tokoh adat, dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan rangkaian Ngaben Massal dengan baik. Ia berharap seluruh prosesi berlangsung khidmat dan membawa kedamaian bagi keluarga yang ditinggalkan serta keberkahan bagi masyarakat Desa Balinuraga. (Puji)