Lampung Tengah, Kemenag (Humas) — Memahami ajaran agama tidak cukup hanya dengan mengenal istilah dan menghafal teks. Bagi generasi muda Hindu, pemahaman terhadap sumber-sumber ajaran menjadi fondasi untuk membangun keyakinan, membentuk karakter, sekaligus menentukan bagaimana nilai-nilai Dharma diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Upaya tersebut dilakukan Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Lampung Tengah, I Ketut Ginada, melalui kegiatan bimbingan keagamaan bagi siswa Hindu di Pasraman Wit Mulyo, Bandar Jaya Timur, Minggu (30/8/2026).
Dalam bimbingan tersebut, para siswa diajak mengenal lebih jauh Weda Smrti, mulai dari pengertian, kedudukannya dalam ajaran Hindu, hingga bagian-bagian yang termasuk di dalamnya. Materi diberikan untuk memperluas wawasan keagamaan siswa sekaligus membantu mereka memahami keterkaitan antara pengetahuan agama dan praktik kehidupan.
Weda Smrti merupakan bagian penting dalam khazanah ajaran Hindu yang memuat berbagai pengetahuan dan pedoman yang membantu umat memahami serta menjalankan kehidupan beragama. Karena itu, pengenalan terhadap Weda Smrti sejak usia pendidikan menjadi bagian dari proses membangun pemahaman keagamaan yang lebih kuat dan terarah.
Penyampaian materi berlangsung secara interaktif. Para siswa tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga terlibat dalam sesi tanya jawab dan diskusi sederhana. Pola tersebut membuat proses pembelajaran lebih terbuka sehingga siswa memiliki kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan sekaligus menghubungkan materi dengan pengalaman mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Bimbingan di Pasraman juga memiliki arti penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya mengetahui ajaran agama, tetapi mampu memahami pesan moral yang terkandung di dalamnya. Pengetahuan keagamaan yang dibangun sejak dini diharapkan dapat menjadi bekal ketika siswa menghadapi berbagai perubahan dan tantangan dalam kehidupan.
Pemahaman terhadap Weda pada akhirnya bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi membentuk cara berpikir dan bersikap. Nilai-nilai Dharma yang dipahami dengan baik dapat menjadi pedoman bagi siswa dalam membangun kejujuran, tanggung jawab, disiplin, sikap saling menghormati, serta kepedulian terhadap sesama.
Bagi Penyuluh Agama Hindu, kegiatan bimbingan di Pasraman menjadi salah satu ruang strategis untuk mendekatkan ajaran agama dengan dunia pendidikan dan kehidupan generasi muda. Kehadiran penyuluh di tengah siswa juga membuka ruang dialog agar pembelajaran agama dapat disampaikan secara lebih mudah dipahami dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan semakin mengenal sumber-sumber ajaran Hindu, memiliki dasar pengetahuan keagamaan yang lebih kokoh, serta mampu menjadikan Dharma sebagai nilai yang hadir dalam tindakan, bukan hanya dipelajari di ruang pembelajaran.
Dari Pasraman, pengetahuan agama ditanamkan; dari generasi muda, nilai Dharma diharapkan terus tumbuh dan diteruskan.
Humas Lampung Tengah