Lampung Tengah, Kemenag (Humas) – Nilai keagamaan tidak berhenti pada ritual, tetapi juga hidup dalam kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama. Semangat itulah yang terlihat dalam pelaksanaan Upacara Ngaben Massal di Kampung Dharma Agung, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (1/9/2026).
Upacara tersebut dihadiri Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, Dewa Gede Raka Ananta, S.Ag., M.Pd.H., bersama staf Ketut Suwarta, S.P. Kehadiran jajaran Kemenag menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan sekaligus memperkuat komunikasi dan kedekatan dengan umat Hindu di wilayah Lampung Tengah.
Sejumlah unsur pemerintahan dan masyarakat turut hadir, di antaranya Plt. Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, S.E., M.Sos., jajaran Forkopimcam, kepala kampung, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta umat Hindu setempat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa kehidupan keagamaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial masyarakat. Dukungan dan kebersamaan lintas unsur juga menjadi modal penting dalam menjaga kerukunan dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Bagi umat Hindu, Upacara Ngaben merupakan bagian dari kewajiban keagamaan dalam memberikan penghormatan kepada keluarga yang telah meninggal dunia. Pelaksanaan secara massal tidak hanya memudahkan umat dalam menjalankan rangkaian upacara, tetapi sekaligus menghadirkan semangat gotong royong yang kuat.
Warga saling membantu dalam berbagai tahapan pelaksanaan. Kebersamaan tersebut memperlihatkan bagaimana nilai kepedulian sosial tumbuh dan dipraktikkan secara nyata di tengah masyarakat.
Dewa Gede Raka Ananta mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga pelaksanaan Upacara Ngaben Massal dapat berlangsung dengan baik dan penuh kebersamaan.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti Ngaben Massal memiliki makna yang lebih luas. Selain menjadi bagian dari pengamalan ajaran agama, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat solidaritas umat, memperkuat hubungan sosial, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
“Melalui kebersamaan dan gotong royong, nilai-nilai Dharma, kerukunan, dan keharmonisan terus kita wujudkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Dewa Gede.
Ia berharap semangat kebersamaan yang tercermin dalam pelaksanaan Ngaben Massal dapat terus dirawat dan menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Lampung Tengah. Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan umat dinilai penting untuk menciptakan ruang kehidupan beragama yang aman, damai, dan saling menghormati.
Bagi Kemenag Lampung Tengah, keterlibatan dalam kegiatan keagamaan masyarakat juga menjadi bagian dari upaya memastikan pelayanan dan pembinaan kehidupan beragama hadir hingga ke tingkat komunitas.
Semangat gotong royong yang tumbuh dalam pelaksanaan Ngaben Massal di Dharma Agung pada akhirnya tidak hanya menguatkan kehidupan umat, tetapi juga menjadi gambaran bahwa kerukunan dapat tumbuh dari kepedulian dan kebersamaan yang dijaga bersama.
Humas Lampung Tengah