Lampung Tengah, Kemenag (Humas) – Membangun rumah tangga membutuhkan lebih dari sekadar kesiapan untuk melangsungkan pernikahan. Bagi umat Hindu, perkawinan merupakan ikatan suci yang membawa tanggung jawab bersama untuk menjalani kehidupan berdasarkan dharma. Karena itu, pembekalan sebelum pernikahan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pasangan menghadapi kehidupan keluarga.
Pesan tersebut menjadi bagian dari kegiatan Bimbingan Calon Pengantin (Catin) Hindu yang dilaksanakan Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS) Kabupaten Lampung Tengah di Kampung Banjar Ratu, Kecamatan Way Pengubuan, Jum'at (4/9/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang bagi calon pengantin untuk memahami kehidupan perkawinan secara lebih utuh, mulai dari tujuan perkawinan dalam ajaran Hindu hingga tanggung jawab yang melekat pada pasangan suami dan istri.
Bimbingan tidak hanya diarahkan pada kesiapan lahiriah, tetapi juga menyentuh aspek spiritual, mental, sosial, serta kemampuan membangun hubungan yang sehat dalam keluarga. Para calon pengantin diajak memahami bahwa kehidupan rumah tangga membutuhkan kerja sama, komunikasi, kesetiaan, kejujuran, kesabaran, dan sikap saling menghormati.
Hadir sebagai narasumber Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Lampung Tengah, Gusti Ngurah Adi Narendra Yoga, Darwiyati, dan I Ketut Ginada. Kegiatan tersebut turut didampingi Ketua PHDI Kecamatan Way Pengubuan, Ketua Adat, pengurus adat Kampung Banjar Ratu, serta Pinandita setempat.
Ketua RBKS Kabupaten Lampung Tengah, Gusti Ngurah Adi Narendra Yoga, mengatakan bimbingan calon pengantin memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada pasangan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.
“Bimbingan calon pengantin ini penting untuk memberikan pemahaman kepada pasangan yang akan membangun rumah tangga bahwa perkawinan dalam Hindu bukan sekadar menyatukan dua orang, tetapi merupakan ikatan suci dan tanggung jawab bersama untuk menjalankan kehidupan berdasarkan dharma,” ujar Gusti Ngurah Adi Narendra Yoga.
Menurutnya, pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab suami istri perlu dibangun sejak sebelum perkawinan. Dengan bekal tersebut, pasangan diharapkan lebih siap menghadapi perbedaan, persoalan, maupun dinamika yang muncul dalam kehidupan rumah tangga.
“Suami dan istri harus memahami bahwa rumah tangga dibangun atas dasar kerja sama, saling menghormati, kesetiaan, kejujuran, kesabaran, dan tanggung jawab. Keduanya memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan keluarga yang harmonis dan sejahtera,” jelasnya.
Ia menambahkan, keluarga memiliki posisi strategis dalam kehidupan umat Hindu. Rumah tangga tidak hanya menjadi tempat pasangan menjalani kehidupan bersama, tetapi juga menjadi lingkungan pertama dalam menanamkan nilai agama, etika, dan karakter kepada anak sebagai generasi penerus.
“Kami berharap melalui bimbingan ini para calon pengantin memiliki bekal yang cukup untuk membangun keluarga Sukinah. Keluarga yang kuat adalah keluarga yang mampu menjadikan dharma sebagai landasan dalam berpikir, berkata, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
Sementara itu, Darwiyati dan I Ketut Ginada turut memberikan penguatan mengenai kehidupan perkawinan dalam perspektif ajaran Hindu. Materi diarahkan pada pemahaman kewajiban pasangan suami istri, pentingnya komunikasi, serta kerja sama sebagai bagian dari upaya menjaga keharmonisan keluarga.
Pembinaan tersebut juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara unsur agama, adat, dan masyarakat. Kehadiran Ketua PHDI Kecamatan Way Pengubuan, tokoh adat, pengurus adat, dan Pinandita menjadi bagian dari dukungan bersama dalam mempersiapkan calon pengantin Hindu agar memiliki bekal yang memadai sebelum membangun keluarga.
Bagi RBKS Kabupaten Lampung Tengah, pembinaan calon pengantin merupakan salah satu ikhtiar untuk memperkuat ketahanan keluarga sejak dari tahap awal. Keluarga yang dipersiapkan dengan baik diharapkan mampu menjadi ruang tumbuh yang sehat, harmonis, dan sarat dengan nilai-nilai dharma.
Melalui bimbingan tersebut, para calon pengantin diharapkan tidak hanya siap memasuki jenjang perkawinan, tetapi juga memahami tanggung jawab yang menyertainya. Dari keluarga yang kokoh, diharapkan tumbuh generasi yang memiliki karakter, nilai spiritual, serta mampu meneruskan kehidupan bermasyarakat dengan berlandaskan dharma.
Humas Lampung Tengah