Lampung Tengah, Kemenag (Humas) — Pemanfaatan teknologi digital mulai diperkuat dalam penataan administrasi keumatan Hindu di Kabupaten Lampung Tengah. Penyuluh Agama Hindu Kemenag Lampung Tengah, I Ketut Ginada dan Wayan Tini Widyawati, mensosialisasikan Sistem Informasi Bimas Hindu One Barcode One Temple kepada pengurus dan umat Hindu di lima pura, Minggu (30/8/2026).
Sosialisasi menyasar pura yang berada di wilayah Kecamatan Bumi Ratu Nuban dan Kecamatan Trimurjo. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pendataan tempat ibadah Hindu agar lebih tertib, akurat, mudah diperbarui, dan dapat diakses melalui sistem informasi yang terintegrasi.
Konsep One Barcode One Temple memberikan identitas digital bagi setiap pura. Melalui sistem tersebut, data masing-masing pura diharapkan tidak hanya tersimpan secara administratif, tetapi juga dapat dikelola secara lebih sistematis sebagai bagian dari basis data Bimas Hindu.
Di Kecamatan Bumi Ratu Nuban, sosialisasi dilaksanakan di tiga pura, yakni Pura Ngesti Dharma Kampung Tulung Kakan, Pura Jagad Karana Kampung Bumi Raharjo, dan Pura Ngesti Dharma Kampung Sidokerto.
Kegiatan kemudian berlanjut ke Kecamatan Trimurjo, masing-masing di Pura Dharma Jaya Sakti Bedeng 10 dan Pura Kartika Sari Bedeng 04.
Dalam setiap kunjungan, penyuluh tidak hanya menyampaikan materi mengenai tujuan dan manfaat One Barcode One Temple, tetapi juga memberikan pendampingan kepada pengurus pura. Pendampingan tersebut diarahkan agar pengurus memahami tahapan pendataan sekaligus mampu memanfaatkan sistem informasi secara tepat.
Respons positif datang dari para pengurus dan umat Hindu di lima pura tersebut. Sosialisasi dinilai penting karena ketersediaan data yang tertata menjadi salah satu fondasi dalam pengelolaan administrasi keumatan dan pelayanan keagamaan.
Dengan tersusunnya data pura secara lebih baik, Kemenag Lampung Tengah diharapkan dapat memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai keberadaan tempat ibadah dan kondisi keumatan Hindu. Data tersebut juga dapat mendukung perencanaan program, pelayanan keagamaan, serta pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Lebih dari sekadar pembaruan administrasi, penerapan One Barcode One Temple menandai langkah menuju tata kelola keumatan Hindu yang beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Setiap pura memiliki identitas digital, sementara data yang terkelola dengan baik menjadi jembatan untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang semakin tertib, transparan, dan responsif.
Kemenag Lamteng, Melayani dengan Data, Menguatkan Kerukunan melalui Digitalisasi.
Humas Lampung Tengah