Lampung Tengah, Kemenag (Humas) – Kerukunan tidak tumbuh hanya dari kesamaan, tetapi juga dari kesediaan untuk saling memahami di tengah perbedaan. Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) yang berlangsung di lingkungan Xaverius, Terbanggi Besar, Jum'at (4/9/2026).
Penyuluh Agama Hindu, Darwiyati, S.Pd.H., turut hadir dalam kegiatan tersebut sekaligus memberikan penguatan mengenai pentingnya moderasi beragama sebagai bagian dari upaya menjaga kerukunan dan persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk.
Dalam penyampaiannya, Darwiyati mengajak peserta untuk membangun kebiasaan saling menghormati dan menghargai perbedaan, baik dalam keyakinan maupun latar belakang sosial dan budaya. Menurutnya, keberagaman merupakan kenyataan kehidupan bersama yang perlu dikelola dengan sikap dewasa dan penuh penghormatan.
“Moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama, tetapi bagaimana kita mampu menjalankan keyakinan masing-masing dengan tetap menghargai dan menghormati orang lain yang berbeda. Perbedaan hendaknya menjadi kekuatan untuk membangun kerukunan dan persaudaraan,” ujar Darwiyati.
Ia menekankan bahwa sikap moderat perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Menghormati orang lain saat menjalankan ibadah, tidak memaksakan keyakinan, menghindari fanatisme berlebihan, serta membangun komunikasi yang sehat menjadi bagian penting dalam merawat kehidupan bersama.
Menurut Darwiyati, BKSN juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi lintas agama. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam ruang-ruang kebersamaan menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama dalam membangun kehidupan yang damai.
“Kita semua memiliki peran dalam menjaga kerukunan. Mari kita tanamkan nilai toleransi sejak dini, saling menghormati dalam menjalankan ibadah, serta membangun komunikasi yang baik tanpa memandang perbedaan agama. Dengan demikian, kehidupan yang damai dan harmonis dapat terus kita wujudkan bersama,” tuturnya.
Kehadiran Penyuluh Agama Hindu dalam kegiatan BKSN tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat. Penyuluh tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan keagamaan di lingkungan umat masing-masing, tetapi juga memiliki peran dalam membangun ruang dialog dan memperkuat hubungan sosial lintas iman.
Semangat tersebut penting untuk terus dirawat, terutama di tengah masyarakat yang memiliki keberagaman agama, suku, budaya, dan latar belakang. Kerukunan bukan sekadar keadaan tanpa konflik, melainkan proses yang dibangun melalui penghormatan, komunikasi, dan kesediaan untuk hidup berdampingan secara damai.
Melalui kegiatan BKSN di lingkungan Xaverius Terbanggi Besar, diharapkan semangat toleransi dan persaudaraan lintas iman semakin tumbuh. Perbedaan tidak menjadi alasan untuk menjauh, melainkan menjadi kekuatan bersama dalam menjaga persatuan dan menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.
Humas Lampung Tengah