Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Dukung Transformasi Madrasah, Kepala Kemenag Lampung Tengah Hadiri Bimtek MAGIS dan Penguatan KBC

Kamis, 13 Agustus 2026 Humas Lampung Tengah Editor: Aziz
Dukung Transformasi Madrasah, Kepala Kemenag Lampung Tengah Hadiri Bimtek MAGIS dan Penguatan KBC
Humas Lampung Tengah
Humas Lampung Tengah
Foto: Ria

Lampung Tengah, Kemenag (Humas) — Transformasi pendidikan madrasah tidak lagi berhenti pada perubahan cara belajar di ruang kelas. Di tengah tuntutan tata kelola yang semakin adaptif, teknologi perlu ditempatkan sebagai instrumen untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan mutu layanan, sekaligus memastikan setiap kebijakan pendidikan berjalan terukur.

Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan Bimbingan Teknis Madrasah Digital Supervision (MAGIS) dan Penguatan Piloting Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang berlangsung di Aula/Ruang Pertemuan MAN 1 Lampung Tengah, Kamis (13/8/2026).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, H. Maryan Hasan, S.Ag., M.Pd.I., didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, H. Syarifuddin, M.Pd., hadir dalam kegiatan yang diikuti oleh seluruh Pengawas Madrasah se-Provinsi Lampung tersebut.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pengawas madrasah dalam memahami dan menerapkan supervisi berbasis digital, sekaligus memperkokoh pelaksanaan piloting KBC di lingkungan madrasah.

Perkembangan teknologi membawa perubahan bukan hanya pada proses pembelajaran, tetapi juga pada bagaimana satuan pendidikan melakukan evaluasi dan pengawasan. Melalui MAGIS, supervisi madrasah diarahkan agar semakin efektif, sistematis dan mampu memanfaatkan teknologi dalam mendukung proses pembinaan.

Bagi pengawas madrasah, kemampuan tersebut menjadi penting karena fungsi supervisi tidak sekadar mengidentifikasi persoalan, tetapi juga memastikan satuan pendidikan memperoleh pendampingan yang tepat berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Kehadiran Kepala Kemenag Lampung Tengah bersama Kasi Penmad menjadi bentuk dukungan terhadap agenda transformasi tersebut. Penguatan supervisi digital diharapkan mampu mendorong tata kelola madrasah yang lebih transparan, adaptif dan berbasis data sehingga pembinaan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

Di saat yang sama, penguatan Piloting KBC menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memberi ruang bagi pembentukan karakter dan nilai kemanusiaan peserta didik.

Transformasi digital dalam pendidikan, pada prinsipnya, bukan tentang menggantikan peran manusia dengan teknologi. Teknologi justru perlu digunakan untuk memperkuat kerja pendidik dan pengawas agar keputusan pendidikan dapat dibuat dengan informasi yang lebih akurat dan proses yang lebih efektif.

Dalam kerangka tersebut, supervisi digital dan KBC memiliki titik temu: keduanya diarahkan untuk memperkuat kualitas pendidikan dari dua sisi, yakni tata kelola yang semakin profesional dan pembelajaran yang semakin berorientasi pada pembentukan manusia yang berkarakter.

Kemenag Lampung Tengah berharap para pengawas madrasah dapat menerjemahkan pengetahuan yang diperoleh selama bimtek ke dalam praktik pembinaan di satuan pendidikan masing-masing.

Hasil kegiatan diharapkan tidak berhenti sebagai pemahaman teoritis, melainkan menjadi langkah nyata untuk memperbaiki kualitas supervisi, memperkuat implementasi KBC dan mendorong madrasah semakin siap menghadapi perubahan ekosistem pendidikan.

Pada akhirnya, digitalisasi supervisi dan penguatan Kurikulum Berbasis Cinta diarahkan pada tujuan yang sama: membangun madrasah yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan orientasi utamanya mendidik manusia yang berpengetahuan, berkarakter dan memiliki kepedulian terhadap sesama.