Lampung Tengah, Kemenag (Humas) — Pemberdayaan perempuan melalui usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi keluarga. Tidak hanya membuka peluang pendapatan, UMKM juga dapat menjadi ruang bagi perempuan untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas dan jejaring usaha.
Gagasan tersebut mengemuka dalam kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Provinsi Lampung bertema “UMKM Perempuan: Upaya Pemberdayaan Perempuan dalam Menunjang Kesejahteraan Ekonomi Keluarga di Lingkungan Kementerian Agama Provinsi Lampung”, yang berlangsung di Aula MAN 1 Kota Metro Kampus 2, Kamis (20/8/2026).
Ketua DWP Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, Ny. Siti Romadiyah Maryan Hasan, bersama anggota DWP Kemenag Lampung Tengah turut mengikuti kegiatan tersebut.
Ketua DWP Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Ny. Siti Aisyah Zulkarnain, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjadikan pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang lebih mandiri dan sejahtera.
Menurutnya, perempuan memiliki potensi besar untuk mengambil peran dalam penguatan ekonomi keluarga. Karena itu, pengembangan UMKM di lingkungan DWP perlu diarahkan bukan sekadar pada aktivitas usaha, tetapi juga pada peningkatan kapasitas, kreativitas, kualitas produk, pengelolaan usaha dan kemampuan membangun jaringan pemasaran.
Ia mendorong anggota DWP untuk tidak ragu mengembangkan potensi yang dimiliki. Pemanfaatan teknologi dan media digital, menurutnya, dapat menjadi salah satu sarana untuk memperluas pemasaran produk sekaligus memperkenalkan hasil usaha perempuan kepada masyarakat secara lebih luas.
Siti Aisyah juga menilai kolaborasi antarsatuan kerja dan antaranggota DWP penting untuk membangun ekosistem usaha yang saling mendukung. Pertukaran pengalaman, promosi bersama serta pengembangan jejaring diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk tumbuh dan berdaya secara ekonomi.
“Pemberdayaan perempuan melalui UMKM harus mampu melahirkan perempuan yang produktif, kreatif dan mandiri. Ketika perempuan semakin berdaya, manfaatnya diharapkan turut memperkuat ketahanan dan kesejahteraan keluarga,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Sejalan dengan hal itu, Ketua DWP Kemenag Lampung Tengah, Ny. Siti Romadiyah Maryan Hasan, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, tema UMKM perempuan sangat relevan karena memberikan perspektif baru mengenai peran perempuan dalam mendukung ekonomi keluarga.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi anggota DWP Kemenag Lampung Tengah untuk memperoleh wawasan sekaligus melihat peluang yang dapat dikembangkan sesuai potensi masing-masing.
“Menurut kami, kegiatan ini sangat positif karena memberikan ruang bagi perempuan untuk belajar dan melihat bahwa potensi yang dimiliki dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang produktif. UMKM bukan hanya tentang menghasilkan pendapatan, tetapi juga bagaimana membangun kemandirian dan kepercayaan diri perempuan,” ujar Siti Romadiyah.
Ia menambahkan, hasil kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman dan diskusi, tetapi dapat diteruskan melalui langkah konkret di lingkungan DWP Kemenag Lampung Tengah. Pengembangan keterampilan, pemanfaatan teknologi digital dan pemasaran produk menjadi beberapa aspek yang dinilai dapat terus diperkuat.
“Kami berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dan dikembangkan oleh anggota. Jika dilakukan secara bersama-sama dan konsisten, potensi UMKM perempuan di lingkungan kita tentu dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi keluarga,” katanya.
Siti Romadiyah juga menilai kolaborasi menjadi kunci agar program pemberdayaan perempuan dapat berjalan berkelanjutan. Menurutnya, DWP tidak hanya berperan sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan potensi anggotanya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja DWP Kementerian Agama Provinsi Lampung berdasarkan pembagian wilayah. DWP Kemenag Kota Metro menjadi salah satu pelaksana bersama DWP Kemenag Kabupaten Tanggamus, Pringsewu dan Pesawaran.
Melalui kegiatan ini, DWP Kementerian Agama Provinsi Lampung mendorong agar pemberdayaan perempuan memiliki dampak yang lebih luas. Perempuan tidak hanya diposisikan sebagai pendukung kesejahteraan keluarga, tetapi juga sebagai aktor yang memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang, mengembangkan usaha dan berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat.
Bagi DWP Kemenag Lampung Tengah, forum tersebut menjadi momentum untuk membawa gagasan pemberdayaan tersebut ke tingkat yang lebih konkret. Semangatnya sederhana, tetapi strategis: memperkuat kapasitas perempuan agar semakin produktif, mandiri dan mampu menghadirkan nilai tambah bagi keluarga serta lingkungan sekitarnya.
Humas Lampung Tengah