Lampung Tengah, Kemenag (Humas) — Gerakan Pramuka di madrasah dinilai memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, mandiri, memiliki jiwa kepemimpinan, sekaligus peduli terhadap kelestarian lingkungan. Atas komitmen tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, H. Maryan Hasan, S.Ag., M.Pd.I., memberikan penghargaan kepada madrasah yang dinilai aktif menjadikan Pramuka sebagai wahana pendidikan karakter dan penanaman kepedulian lingkungan atau ekoteologi.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 Tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Lampung Tengah di Lapangan Dono Arum, Kecamatan Seputih Agung, Senin (14/9/2026).
Upacara tersebut dihadiri Plt. Bupati Lampung Tengah Komang Koheri, S.E., M.Sos., Asisten I Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga, pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Lampung Tengah, serta sekitar 1.500 peserta Pramuka Siaga, Penggalang dan Penegak dari berbagai wilayah di Kabupaten Lampung Tengah.
H. Maryan Hasan mengatakan, penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar madrasah terus memperkuat pembinaan kepramukaan. Menurutnya, pendidikan melalui Pramuka memiliki ruang yang luas untuk membentuk peserta didik tidak hanya dari sisi keterampilan, tetapi juga sikap dan karakter.
“Pramuka di madrasah bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, tetapi menjadi bagian dari pendidikan karakter. Anak-anak kita dididik untuk memiliki kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, kepedulian sosial dan semangat pengabdian,” ujar Maryan Hasan.
Ia menilai nilai-nilai yang tumbuh dalam kegiatan kepramukaan sejalan dengan tujuan pendidikan madrasah dalam membentuk generasi yang memiliki kecerdasan, akhlak, tanggung jawab dan kepedulian terhadap kehidupan sosial.
Karena itu, ia mendorong madrasah agar tidak berhenti pada kegiatan kepramukaan yang bersifat rutin, tetapi terus mengembangkan program yang relevan dengan tantangan generasi muda dan kebutuhan masyarakat, termasuk dengan mengintegrasikan nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Menurut Maryan, konsep ekoteologi dapat menjadi salah satu pendekatan yang dikembangkan melalui kegiatan Pramuka. Nilai keagamaan tentang amanah manusia sebagai khalifah di muka bumi dapat diterjemahkan dalam tindakan nyata, seperti menjaga kebersihan lingkungan, penghijauan, pengelolaan sampah, penghematan air hingga kegiatan pelestarian alam.
“Ekoteologi harus kita tanamkan sejak dini. Menjaga alam bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga bagian dari nilai agama dan tanggung jawab moral kita kepada Allah SWT. Karena itu, kader Pramuka madrasah harus menjadi generasi yang peduli terhadap sesama sekaligus peduli terhadap kelestarian lingkungan,” tegasnya.
Ia berharap penghargaan yang diberikan dapat menjadi pemantik bagi madrasah lainnya untuk meningkatkan pembinaan Gerakan Pramuka. Dengan demikian, Pramuka tidak hanya menjadi ruang aktivitas peserta didik, tetapi juga menjadi sarana pengkaderan generasi muda yang memiliki karakter kuat dan kesiapan untuk berkontribusi di tengah masyarakat.
“Harapannya, semakin banyak madrasah yang menjadikan Pramuka sebagai bagian penting dari pembentukan karakter dan kepedulian lingkungan. Kita ingin melahirkan generasi yang berakhlak, mandiri, bertanggung jawab, peduli terhadap alam dan memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” pungkasnya.
Melalui penguatan Gerakan Pramuka di madrasah, Kemenag Lampung Tengah mendorong pendidikan karakter agar hadir dalam pengalaman nyata peserta didik. Nilai disiplin, gotong royong, kepemimpinan, pengabdian dan kecintaan terhadap lingkungan diharapkan menjadi bekal bagi lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan ekologis.
Humas Lampung Tengah