Punggur, KUA (Humas) – Keluarga tidak hanya membutuhkan ketahanan ekonomi dan kehidupan spiritual yang baik, tetapi juga ketahanan mental untuk menghadapi berbagai tekanan dan persoalan kehidupan. Kesadaran itu mendorong Penyuluh Agama Islam Kecamatan Punggur, Lampung Tengah, Indah Susilowati, S.Ag., M.Sos., berkolaborasi dengan akademisi UIN Jurai Siwo Metro dalam memberikan penguatan kesehatan mental kepada masyarakat.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang menyasar ibu-ibu Majelis Taklim Annisa, Kampung Dakwah Srisawahan, Kecamatan Punggur, Kamis (3/9/2026). Tim dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Jurai Siwo Metro, memberikan Layanan Islamic Logotherapy bagi Kesehatan Mental.
Tim dosen terdiri atas Dr. Aliyandi Lumbu, M.Kom.I., Rahmah Dwi Nopryana, M.Kom.I., dan Meriyana, M.Kes. Kehadiran akademisi bersama penyuluh agama menghadirkan pendekatan yang memadukan perspektif keilmuan dan nilai-nilai keislaman dalam membangun ketahanan mental keluarga.
Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta diajak mengenali berbagai persoalan yang dapat memengaruhi kondisi mental dalam kehidupan sehari-hari, termasuk tekanan yang muncul dalam menjalankan peran sebagai ibu dan anggota keluarga.
Dalam layanan tersebut, peserta diperkenalkan dengan Islamic Logotherapy, sebuah pendekatan pendampingan yang memadukan prinsip logotherapy dengan nilai-nilai keislaman. Pendekatan ini menekankan pentingnya menemukan makna dan tujuan hidup ketika seseorang berhadapan dengan persoalan, tekanan, maupun pengalaman yang tidak mudah.
Melalui perspektif tersebut, berbagai pengalaman kehidupan tidak semata-mata dipandang sebagai beban, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menemukan hikmah, memperkuat spiritualitas, dan membangun cara pandang yang lebih positif.
Bagi keluarga, ketahanan mental memiliki peran penting dalam menciptakan hubungan yang sehat di dalam rumah. Kondisi mental yang lebih baik dapat mendukung pola pengasuhan yang positif, komunikasi antarkeluarga, serta kemampuan menghadapi persoalan tanpa mudah kehilangan arah.
Penyuluh Agama Islam Kecamatan Punggur, Indah Susilowati, mengatakan kolaborasi antara penyuluh agama dan akademisi merupakan langkah penting untuk menghadirkan pembinaan masyarakat yang lebih menyeluruh.
“Persoalan keluarga tidak hanya membutuhkan pendekatan keagamaan, tetapi juga perlu diperkuat dengan perspektif psikologis dan akademis. Karena itu, kolaborasi seperti ini menjadi langkah strategis agar masyarakat mendapatkan pendampingan yang lebih komprehensif,” ujar Indah.
Menurutnya, penyuluh agama memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga dapat menjadi salah satu pintu masuk dalam memberikan edukasi dan pendampingan. Sementara itu, keterlibatan akademisi memberikan penguatan dari sisi keilmuan sehingga pembinaan dapat dilakukan dengan pendekatan yang lebih beragam.
Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan. Penguatan kesehatan mental keluarga perlu terus dilakukan melalui edukasi dan pendampingan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, terutama bagi keluarga yang menghadapi berbagai dinamika kehidupan.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa membangun keluarga yang tangguh membutuhkan kerja bersama. Nilai agama, pengetahuan, dan pengalaman masyarakat dapat dipertemukan untuk menciptakan lingkungan keluarga yang sehat secara mental dan spiritual.
Melalui kolaborasi penyuluh agama dan dunia akademik, masyarakat Kecamatan Punggur diharapkan semakin memiliki bekal untuk menghadapi tekanan kehidupan secara bijak, menemukan makna dalam setiap pengalaman, serta membangun keluarga yang harmonis, sehat, dan tangguh.
Humas Lampung Tengah