Seputih Raman, KUA (Humas) — Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, lantunan sholawat menggema di Kampung Ratna Chaton, Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah, Jumat (7/8/2026). Para Penyuluh Agama Islam Kecamatan Seputih Raman menggelar Sholawat Kebangsaan, mempertemukan semangat religius dengan kecintaan terhadap tanah air.
Kegiatan tersebut diikuti ratusan jamaah dan dihadiri Plt. Kepala KUA Kecamatan Seputih Raman, Kepala Kampung Ratna Chaton, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur masyarakat lainnya.
Bagi masyarakat, kegiatan itu tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Kemerdekaan. Sholawat Kebangsaan ditempatkan sebagai ruang untuk merawat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat kesadaran bahwa kemerdekaan dan persatuan merupakan tanggung jawab bersama.
Plt. Kepala KUA Kecamatan Seputih Raman dalam sambutannya mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan sebagai nikmat sekaligus amanah yang diwariskan para pendahulu bangsa. Kemerdekaan, menurutnya, perlu diisi dengan penguatan keimanan, menjaga persatuan, serta kepedulian terhadap kehidupan sosial.
Pesan serupa disampaikan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Seputih Raman, Mujianto, S.Pd.I., M.Pd. Ia mengatakan, sholawat memiliki dimensi spiritual yang dapat berjalan beriringan dengan nilai kebangsaan.
“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah amanah yang harus dijaga bersama. Melalui lantunan sholawat, kita memohon kepada Allah Swt. agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan keamanan, persatuan, kemajuan, serta dijauhkan dari segala bentuk perpecahan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diisi dengan lantunan sholawat, doa untuk para pahlawan, serta doa bagi keselamatan bangsa dan negara. Jamaah mengikuti kegiatan dengan khidmat hingga seluruh rangkaian acara selesai.
Di tengah masyarakat yang beragam, kegiatan keagamaan semacam ini juga menjadi ruang perjumpaan sosial. Nilai religius tidak berhenti pada ritual, tetapi diarahkan untuk memperkuat persaudaraan, toleransi, dan kepedulian terhadap kehidupan bersama.
Sholawat Kebangsaan menjadi pengingat bahwa merawat kemerdekaan tidak hanya dilakukan dengan mengenang sejarah, tetapi juga dengan menjaga persatuan dan menghadirkan kemaslahatan di tengah masyarakat. Bagi masyarakat Seputih Raman, semangat itu diharapkan terus tumbuh menjadi ikhtiar bersama untuk mengisi kemerdekaan dengan kehidupan yang rukun, produktif, dan bermanfaat.
Humas Lampung Tengah