Lampung Tengah, Kemenag (Humas) — Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk mempertemukan semangat kebangsaan dengan keteladanan akhlak dalam kehidupan bermasyarakat. Pesan tersebut mengemuka dalam pengajian yang digelar di Masjid Babussalam, Kampung Rukti Harjo, Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah, Rabu (19/8/2026).
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, H. Maryan Hasan, S.Ag., M.Pd.I., hadir dalam kegiatan tersebut bersama Camat Seputih Raman, Kapolsek, Danramil, Plt. Kepala KUA Seputih Raman, Kepala Kampung Rukti Harjo, Penyuluh Agama, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Bagi Maryan, dua momentum tersebut memiliki pesan yang saling berkaitan. Kemerdekaan mengingatkan masyarakat pada tanggung jawab untuk merawat persatuan, sementara Maulid Nabi menghadirkan keteladanan Rasulullah SAW sebagai pijakan moral dalam menjalani kehidupan bersama.
“Peringatan kemerdekaan bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga mengingatkan kita untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif, memperkuat persatuan dan menjaga kerukunan di tengah masyarakat,” ujar Maryan.
Ia mengatakan, kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu perlu diteruskan melalui kontribusi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat, kata dia, dapat mengisinya dengan membangun kepedulian sosial, menjaga keharmonisan lingkungan, serta menghormati perbedaan yang menjadi bagian dari kehidupan bersama.
Di sisi lain, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dinilai tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai-nilai yang diteladankan Rasulullah SAW, seperti kejujuran, kepedulian, kasih sayang dan penghormatan terhadap sesama, perlu diterjemahkan menjadi perilaku sosial yang nyata.
“Melalui peringatan Maulid Nabi, mari kita terus meneladani sifat Rasulullah SAW, terutama akhlak, kejujuran, kepedulian dan kasih sayang kepada sesama. Semoga kegiatan seperti ini semakin memperkuat ukhuwah Islamiyah dan kerukunan masyarakat,” katanya.
Menurut Maryan, keteladanan tersebut relevan untuk memperkuat kehidupan masyarakat yang damai. Kerukunan tidak hanya dibangun melalui aturan dan kebijakan, tetapi juga melalui kebiasaan untuk saling menghormati, membuka ruang dialog, serta menyelesaikan persoalan dengan mengedepankan kepentingan bersama.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, penyuluh agama dan masyarakat. Sinergi berbagai unsur tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menjaga kehidupan beragama yang kondusif sekaligus memperkuat ketahanan sosial di tingkat masyarakat.
“Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, penyuluh agama dan masyarakat sangat penting dalam menjaga kehidupan beragama yang damai serta membangun masyarakat yang religius dan harmonis,” ujarnya.
Kegiatan di Masjid Babussalam berlangsung dalam suasana khidmat. Jamaah mengikuti lantunan sholawat yang dipimpin Gus Rodhi Ahsan bersama Majelis Bahrusy Syafaat Lampung, kemudian dilanjutkan dengan pengajian dan sholawat bersama.
Dari Rukti Harjo, pesan yang dibawa bukan sekadar tentang memperingati dua peristiwa penting. Lebih jauh, kemerdekaan dan Maulid Nabi menjadi pengingat bahwa kehidupan berbangsa membutuhkan masyarakat yang tidak hanya merdeka secara fisik, tetapi juga mampu merawat persaudaraan, menegakkan akhlak, dan menjaga kerukunan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
Humas Lampung Tengah