Lampung Tengah, Kemenag (Humas) — Memasuki masa purnabakti membutuhkan persiapan yang tidak hanya berkaitan dengan administrasi kepegawaian. Kesiapan mental, spiritual, kesehatan, hingga kemampuan mengelola keuangan juga menjadi bagian penting agar pegawai dapat menjalani fase kehidupan setelah kedinasan dengan baik.
Hal tersebut menjadi perhatian Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah melalui kegiatan Pembinaan dan Pembekalan Pegawai Pra Paripurna Bhakti yang digelar bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Bandar Jaya, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Lampung Tengah tersebut diikuti 40 pegawai yang akan memasuki masa Paripurna Bhakti pada 2027 dan 2028. Hadir Kepala Kemenag Lampung Tengah H. Maryan Hasan, S.Ag., M.Pd.I., Kepala Subbagian Tata Usaha, Kepala Cabang BSI Bandar Jaya Beny Sangjaya, serta para pegawai peserta pembekalan.
Kepala Kemenag Lampung Tengah H. Maryan Hasan mengatakan, masa pensiun hendaknya dipandang sebagai fase baru yang perlu disiapkan secara matang. Setelah bertahun-tahun menjalankan tugas sebagai aparatur, pegawai perlu memiliki kesiapan untuk menata kehidupan dan tetap memberikan manfaat di tengah keluarga maupun masyarakat.
“Memasuki masa purnabakti hendaknya dipersiapkan tidak hanya secara administratif, tetapi juga secara mental, spiritual, kesehatan maupun dari sisi pengelolaan keuangan. Semoga setelah memasuki masa pensiun, Bapak dan Ibu tetap dapat memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Maryan, persiapan lebih awal akan membantu pegawai menghadapi perubahan rutinitas setelah tidak lagi menjalankan tugas kedinasan. Masa purnabakti dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan aktivitas yang bermanfaat, memperkuat peran di lingkungan keluarga, serta tetap berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan keuangan dari BSI Cabang Bandar Jaya. Kepala Cabang BSI Bandar Jaya Beny Sangjaya memperkenalkan profil BSI beserta sejumlah program dan layanan perbankan syariah yang dapat menjadi alternatif bagi peserta dalam merencanakan keuangan menjelang maupun setelah memasuki masa pensiun.
Beny menjelaskan, perencanaan keuangan perlu dilakukan secara bijak agar kebutuhan setelah purnabakti dapat dikelola dengan lebih terarah. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai berbagai layanan BSI yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
“Melalui kegiatan ini kami berharap para peserta dapat lebih mengenal BSI serta memahami program-program yang kami tawarkan, sehingga dapat menjadi salah satu pilihan dalam merencanakan dan mengelola keuangan di masa purnabakti,” kata Beny.
Pembekalan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mendapatkan informasi, tetapi juga menjadi momentum bagi para calon purnabakti untuk melakukan refleksi sekaligus mempersiapkan langkah setelah berakhirnya masa kedinasan.
Kemenag Lampung Tengah berharap 40 pegawai yang mengikuti kegiatan dapat memiliki gambaran yang lebih matang mengenai kehidupan setelah purnabakti, baik dalam aspek mental, spiritual, kesehatan maupun perencanaan keuangan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Di tengah persiapan menuju masa purnabakti, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian dan penghargaan Kemenag Lampung Tengah terhadap para pegawai atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama menjalankan tugas sebagai aparatur.
Bagi Kemenag Lampung Tengah, berakhirnya masa kedinasan bukan berarti berakhirnya kesempatan untuk berbuat dan memberikan manfaat. Purnabakti justru menjadi awal untuk menjalani peran baru dengan pengalaman, pengetahuan, dan nilai pengabdian yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Humas Lampung Tengah