Bekri, KUA (Humas) — Upaya membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan siap menyongsong masa depan memerlukan kolaborasi berbagai pihak, termasuk melalui penguatan edukasi di lingkungan sekolah. Berangkat dari semangat tersebut, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bekri melalui Penyuluh Agama Islam menggelar Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang dipadukan dengan sosialisasi pencegahan perkawinan anak di SMP Tri Jaya, Kampung Kesuma Jaya, Kecamatan Bekri, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 192 peserta yang terdiri atas siswa kelas VIII dan IX, serta mendapat dukungan penuh dari Kepala SMP Tri Jaya beserta jajaran dewan guru. Edukasi ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat ketahanan remaja melalui pembinaan karakter, penguatan nilai-nilai keagamaan, dan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya perencanaan masa depan.
Dalam penyampaiannya, para Penyuluh Agama Islam mengajak para pelajar untuk memanfaatkan masa remaja sebagai periode membangun prestasi, memperkuat akhlak, serta menjaga pergaulan yang sehat. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai berbagai risiko perkawinan pada usia anak, mulai dari aspek kesehatan, psikologis, sosial, pendidikan, hingga dampak ekonomi yang dapat memengaruhi kualitas kehidupan di masa mendatang.
Kepala SMP Tri Jaya menyampaikan apresiasi atas inisiatif KUA Kecamatan Bekri yang menghadirkan edukasi langsung kepada para peserta didik. Menurutnya, pembinaan semacam ini menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi tantangan kehidupan sekaligus memperkuat karakter sejak usia sekolah.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bekri menegaskan bahwa pembinaan remaja merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Menurutnya, keberhasilan pembangunan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kematangan karakter, kecerdasan emosional, serta kesiapan generasi muda dalam mengambil keputusan yang bertanggung jawab.
"Remaja hari ini adalah pemimpin masa depan. Karena itu, mereka perlu dibekali ilmu pengetahuan, nilai-nilai agama, karakter yang kuat, serta pemahaman tentang pentingnya merencanakan masa depan dengan baik, termasuk mencegah perkawinan pada usia anak," ujarnya.
Melalui pelaksanaan Bimbingan Remaja Usia Sekolah secara berkelanjutan, KUA Kecamatan Bekri berupaya memperluas literasi keagamaan dan penguatan karakter di kalangan pelajar. Edukasi sejak dini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran remaja untuk menjaga diri, fokus meraih pendidikan dan cita-cita, serta mempersiapkan kehidupan berkeluarga secara matang sesuai nilai-nilai agama dan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, upaya pencegahan perkawinan anak dapat dilakukan secara lebih efektif melalui sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah.
Humas Lampung Tengah