Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Tak Hanya Publikasi, Penyelenggara Hindu Lampung Tengah Perkuat Tata Kelola Informasi Umat

Senin, 31 Agustus 2026 Humas Lampung Tengah Editor: Aziz
Tak Hanya Publikasi, Penyelenggara Hindu Lampung Tengah Perkuat Tata Kelola Informasi Umat
Humas Lampung Tengah
Humas Lampung Tengah
Foto: Ria

Lampung Tengah, Kemenag (Humas) — Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang cepat dan mudah diakses, komunikasi publik menjadi bagian penting dalam memastikan program dan pelayanan pemerintah dapat dipahami secara utuh. Tidak terkecuali dalam bidang keagamaan, informasi mengenai pembinaan umat, kebijakan, serta berbagai program pelayanan perlu disampaikan secara terarah, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Semangat memperkuat komunikasi publik tersebut menjadi bagian dari Sosialisasi Pengembangan Portal Komunikasi Kehumasan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu yang diikuti Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, Dewa Gede Raka Ananta, S.Ag., M.Pd.H., bersama staf dan Penyuluh Agama Hindu Kemenag Lampung Tengah secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (31/8/2026).

Kegiatan diawali dengan arahan dan pembinaan Dirjen Bimas Hindu, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si. Dalam arahannya, ditekankan pentingnya penguatan komunikasi dan kehumasan sebagai bagian dari upaya memperluas penyebarluasan informasi mengenai program, kebijakan, serta kegiatan pembinaan umat Hindu.

Penguatan kehumasan tidak lagi sebatas menyampaikan dokumentasi kegiatan. Lebih dari itu, komunikasi publik dituntut mampu menjelaskan apa yang dilakukan pemerintah, mengapa program tersebut penting, serta manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Karena itu, pengembangan Portal Komunikasi Kehumasan Ditjen Bimas Hindu diarahkan menjadi salah satu sarana untuk memperkuat koordinasi, publikasi, dokumentasi, dan penyampaian informasi kegiatan Bimas Hindu secara lebih efektif dan terintegrasi.

Dalam pemaparan materi dan evaluasi yang disampaikan Tim Kehumasan Ditjen Bimas Hindu, peserta mendapatkan penguatan mengenai pemanfaatan portal sebagai bagian dari pengelolaan informasi. Kehadiran sistem komunikasi yang terintegrasi diharapkan dapat membantu jajaran Bimas Hindu di daerah dalam mengelola informasi kegiatan secara lebih tertib sekaligus memperluas jangkauan publikasi.

Informasi mengenai pelayanan dan pembinaan keagamaan dapat disampaikan secara lebih cepat, jelas, dan mudah ditemukan. Masyarakat pun memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengetahui berbagai program serta kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan keagamaan di wilayahnya.

Bagi jajaran Bimas Hindu di daerah, portal komunikasi juga menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat. Informasi dari daerah dapat terdokumentasi secara lebih sistematis, sementara berbagai program dan kebijakan dari pusat dapat diteruskan kepada masyarakat dengan narasi yang lebih mudah dipahami.

Penyelenggara Hindu Kemenag Lampung Tengah, Dewa Gede Raka Ananta, menilai penguatan kehumasan merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada umat.

Menurutnya, semakin baik pengelolaan informasi, semakin besar pula peluang masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai berbagai program pembinaan dan pelayanan keagamaan.

“Pengelolaan informasi yang baik akan membantu memastikan kegiatan dan pelayanan keagamaan dapat diketahui masyarakat secara lebih luas. Karena itu, pemanfaatan portal komunikasi perlu didukung bersama agar informasi dari daerah dapat terdokumentasi dan tersampaikan secara optimal,” ujarnya.

Bagi Lampung Tengah, pemanfaatan portal tersebut juga membuka peluang untuk mengangkat berbagai aktivitas pembinaan umat di tingkat daerah agar tidak berhenti sebagai dokumentasi internal. Kegiatan Penyuluh Agama Hindu, pembinaan umat, pendidikan keagamaan, hingga berbagai praktik baik di tengah masyarakat dapat menjadi informasi publik yang memberikan pengetahuan sekaligus memperlihatkan hadirnya pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.

Dengan demikian, kehumasan ditempatkan bukan hanya sebagai fungsi publikasi, tetapi sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Informasi yang dikelola dengan baik dapat memperkuat kepercayaan publik, mendorong keterbukaan, serta membuat masyarakat semakin mengetahui dan memahami layanan yang tersedia bagi mereka.

Sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun pola komunikasi Bimas Hindu yang semakin terintegrasi dari pusat hingga daerah. Dengan dukungan sumber daya manusia dan teknologi informasi yang terus dikembangkan, penyampaian informasi keagamaan diharapkan semakin cepat, akurat, informatif, dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Pada akhirnya, keberhasilan komunikasi kehumasan tidak hanya diukur dari banyaknya informasi yang dipublikasikan, tetapi dari seberapa jauh informasi tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menghadirkan pemahaman yang benar tentang pelayanan keagamaan.