Seputih Raman, KUA (Humas) — Memasuki usia lanjut bukan berarti berhenti bertumbuh. Justru pada fase kehidupan tersebut, kesehatan fisik perlu berjalan beriringan dengan ketenangan batin, hubungan sosial yang harmonis, dan kehidupan spiritual yang kuat. Pesan itulah yang mengemuka dalam pembinaan Sekolah Lansia BKKBN di Kampung Rama Gunawan, Kecamatan Seputih Raman, Jumat (28/8/2026).
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Seputih Raman hadir sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan yang diikuti sekitar 60 peserta lansia tersebut. Pembinaan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh antusias, dengan materi yang tidak hanya menyentuh aspek keagamaan, tetapi juga kehidupan sosial, mental, dan kesehatan lansia.
Kegiatan tersebut menghadirkan tiga pemateri, yakni Mujiyanto, M.Pd., Ahmad Komarudin, S.H., dan Muhamad Nur Arifin, S.Pd. Ketiganya memberikan materi yang saling melengkapi untuk membekali peserta dalam menjalani kehidupan di usia lanjut.
Mujiyanto, M.Pd., menyampaikan materi mengenai kerukunan umat beragama. Para peserta diajak memahami pentingnya menjaga toleransi, saling menghormati, serta membangun hubungan yang harmonis di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda.
Sementara itu, Ahmad Komarudin, S.H., memberikan penguatan mengenai mental dan spiritual bagi lansia. Materi tersebut diarahkan untuk membantu peserta menjaga ketenangan hati, membangun sikap positif, serta tetap memiliki semangat menjalani kehidupan dengan penuh rasa syukur.
Adapun Muhamad Nur Arifin, S.Pd., membawakan materi “Hidup Sehat dan Bahagia di Usia Lansia”. Peserta diberikan pemahaman bahwa memasuki usia lanjut perlu diikuti dengan perhatian terhadap kesehatan, pola hidup yang baik, serta kemampuan menjaga kebahagiaan dan kualitas hubungan sosial.
Ketiga materi tersebut memiliki keterkaitan yang erat. Kesehatan fisik menjadi lebih bermakna ketika ditopang kondisi mental yang baik, sementara ketenangan batin semakin kuat ketika seseorang mampu menjaga hubungan yang harmonis dengan keluarga dan lingkungan.
Ketua PLKB Kecamatan Seputih Raman, Lania Agusta Sandy, mengatakan pembinaan Sekolah Lansia diharapkan dapat memberikan bekal yang menyeluruh kepada para peserta.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para lansia tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga semakin kuat secara mental dan spiritual. Pembinaan ini menjadi bekal agar para lansia dapat menjalani masa tua dengan ketenangan, kebahagiaan, dan keberkahan,” ujarnya.
Kehadiran Penyuluh Agama Islam dalam kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa pembinaan keagamaan memiliki ruang yang luas dalam mendukung kualitas kehidupan lansia. Penyuluh tidak hanya menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi turut mendorong terbentuknya kehidupan masyarakat yang rukun, saling menghargai, dan memiliki ketahanan spiritual.
Bagi para lansia, pembinaan semacam ini dapat menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan sekaligus memperkuat interaksi sosial. Pertemuan yang dikemas dalam suasana kebersamaan juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk tetap aktif, berbagi pengalaman, dan merasa menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.
Sinergi antara KUA Kecamatan Seputih Raman dengan BKKBN/PLKB menjadi bagian penting dalam membangun pendekatan pembinaan lansia yang lebih menyeluruh. Kolaborasi lintas sektor tersebut mempertemukan aspek kesehatan, sosial, mental, dan spiritual dalam satu ruang pembinaan.
Dengan pendekatan demikian, masa lanjut usia tidak dipandang semata sebagai fase yang membutuhkan perhatian, tetapi juga sebagai masa kehidupan yang tetap memiliki potensi untuk berkarya, berbagi pengalaman, memperkuat hubungan sosial, dan menjadi teladan bagi generasi yang lebih muda.
Sebab, usia boleh bertambah, tetapi kesempatan untuk hidup sehat, rukun, bermakna, dan dekat dengan nilai-nilai kebaikan selalu terbuka.
Humas Lampung Tengah