Mesuji, Kemenag (Humas) – Upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman dan sehat terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mesuji menerima audiensi Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam rangka membahas Program Intervensi Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan.
Audiensi tersebut berlangsung pada Selasa (08/09/2026) di Ruang Kerja Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mesuji. Pertemuan dihadiri Kepala Balai POM Rahmat Hidayat beserta jajaran dan diterima langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Mesuji.
Dalam audiensi tersebut, pihak BPOM menyampaikan terkait pembudayaan keamanan pangan yang menyasar satuan pendidikan, termasuk madrasah dan pondok pesantren. Hal ini ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman seluruh pihak terhadap pentingnya keamanan obat dan makanan di lingkungan pendidikan.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Mesuji menyambut baik audiensi tersebut dan menegaskan pentingnya membangun kolaborasi lintas sektoral. Kemenag Mesuji siap mendukung berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami menyambut baik hal yang diinisiasi BPOM ini karena manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh madrasah dan pondok pesantren, tetapi juga dapat membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilih, mengolah, dan mengonsumsi pangan yang aman,” ujarnya.
Menurut A. Jalaluddin, kolaborasi antara Kemenag dan BPOM diharapkan mampu memberikan edukasi yang berkelanjutan kepada peserta didik, tenaga pendidik, pengelola lembaga pendidikan, hingga masyarakat. “Ketika budaya keamanan pangan sudah tumbuh sejak dari lingkungan pendidikan, maka dampaknya akan meluas hingga ke keluarga dan masyarakat. Ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki kesadaran terhadap pentingnya keamanan pangan,” tegasnya.
Melalui audiensi ini, Kemenag Mesuji berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan BPOM serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong terwujudnya pembudayaan keamanan pangan yang berkelanjutan di madrasah dan pondok pesantren.(mutia)