Mesuji, Kemenag (Humas) — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala
Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mesuji, Darul Alipi,
menghadiri kegiatan Pawai dan Festival Ogoh-Ogoh dalam rangka perayaan Hari
Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di
Alun-Alun Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Minggu (8/3/2026).
Festival ini merupakan rangkaian perayaan Nyepi yang
diselenggarakan oleh umat Hindu bersama pemerintah daerah sebagai bentuk
pelestarian budaya sekaligus mempererat kerukunan antarumat beragama di
Kabupaten Mesuji. Kegiatan tersebut mengusung tagline “Dengan Festival
Ogoh-Ogoh Kita Lestarikan Budaya di Kabupaten Mesuji.”
Selain pawai ogoh-ogoh, kegiatan juga dirangkaikan dengan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah bagi masyarakat. Kegiatan sosial ini menjadi wujud kepedulian bersama terhadap kesehatan dan kemanusiaan di tengah perayaan keagamaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Mesuji
Yugi Wicaksono, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua
TPPK, serta sejumlah pimpinan instansi vertikal di Kabupaten Mesuji. Kehadiran
para pejabat daerah menunjukkan dukungan terhadap pelestarian budaya dan
kerukunan umat beragama.
Dalam kesempatan itu, Darul Alipi menyampaikan bahwa
Kementerian Agama terus mendukung kegiatan keagamaan yang sarat nilai
kebersamaan dan toleransi. Menurutnya, festival budaya seperti ogoh-ogoh dapat
menjadi sarana memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat yang beragam.
Ia menambahkan, momentum perayaan Hari Suci Nyepi tidak
hanya menjadi ritual keagamaan umat Hindu, tetapi juga menjadi ruang
kebersamaan bagi masyarakat untuk saling menghargai perbedaan. Nilai-nilai
toleransi dan gotong royong menjadi bagian penting dalam kehidupan
bermasyarakat di Mesuji.
Melalui kegiatan ini diharapkan nilai-nilai budaya, kebersamaan, dan kerukunan antarumat beragama dapat terus terpelihara. Kementerian Agama Kabupaten Mesuji juga berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan keagamaan yang memperkuat moderasi beragama dan persatuan di tengah masyarakat. (Mutia)
Editor : Fadilah