Metro, Kemenag (Humas) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Metro menerima audiensi dari jajaran RSU Muhammadiyah Metro dalam rangka membahas rencana kerja sama penugasan pelayanan rohani non-Muslim bagi pasien rumah sakit, sebagaimana tertuang dalam surat permohonan kerja sama yang disampaikan oleh pihak rumah sakit.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Metro Abdul Haris, didampingi Kasubbag Tata Usaha Kasimun, Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Rohbussodri, Penyuluh Agama Kemenag Kota Metro Muhammad Sulis dan Muhammad Arqom, serta Analis Hukum Kemenag Kota Metro Siti Munawaroh.
Dalam sambutannya, Abdul Haris menyampaikan apresiasi atas inisiatif RSU Muhammadiyah Metro yang membuka ruang kolaborasi dengan Kementerian Agama Kota Metro dalam menghadirkan pelayanan rohani yang inklusif bagi seluruh pasien. Menurutnya, pelayanan rohani merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan spiritual setiap individu sesuai agama dan keyakinannya.
"Kementerian Agama memiliki komitmen untuk memberikan layanan keagamaan yang profesional, humanis, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Melalui kerja sama ini, kami berharap pelayanan rohani bagi pasien non-Muslim dapat terlaksana secara optimal, terkoordinasi, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Abdul Haris.
Pada kesempatan tersebut, kedua belah pihak melakukan pembahasan mengenai ruang lingkup kerja sama, mekanisme penugasan petugas pelayanan rohani non-Muslim, pola koordinasi antara rumah sakit dan Kementerian Agama, serta penyempurnaan draf perjanjian kerja sama yang akan menjadi dasar pelaksanaan program tersebut.
Kasubbag TU Kemenag Kota Metro, Kasimun, menambahkan bahwa Kemenag siap mendukung penyediaan tenaga pelayanan rohani melalui koordinasi dengan para penyuluh agama sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, sehingga pelayanan kepada pasien dapat berjalan secara efektif dan berkesinambungan.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam Rohbussodri menegaskan bahwa sinergi antarinstansi menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Meski pembahasan difokuskan pada pelayanan rohani non-Muslim, Kementerian Agama tetap berkomitmen memberikan pendampingan dan pembinaan keagamaan secara adil, proporsional, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara Kementerian Agama Kota Metro dan RSU Muhammadiyah Metro guna menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya memperhatikan aspek medis, tetapi juga memenuhi kebutuhan spiritual pasien sebagai bagian dari pelayanan yang menyeluruh, humanis, dan berkeadilan.
Penulis: Ismi Azizah
Editor: Mela Basyar